Di tengah sorotan publik atas proses perceraian yang akan segera bergulir, Wardatina Mawa memilih untuk memprioritaskan kesehatan mentalnya. Ia mengungkapkan masih rutin menjalani konsultasi dengan psikolog sebagai bagian dari upaya pemulihan diri. Langkah ini diambil sebelum dirinya secara resmi mengajukan gugatan cerai terhadap Insanul Fahmi ke Pengadilan Agama Medan.

Wardatina menyadari bahwa penyembuhan emosional menjadi krusial sebelum menghadapi tahapan hukum yang akan datang. Ia mengaku telah melewati konflik rumah tangga yang dinilai cukup berat, sehingga fokus pada kondisi psikologisnya menjadi hal utama. Menurutnya, berkonsultasi dengan tenaga profesional adalah langkah wajar untuk menghadapi trauma yang masih terasa.

“Kalau masih ada rasa trauma, itu wajar. Pasti masih ke-trigger,” ujar Wardatina saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan baru-baru ini. Pengakuan tersebut mencerminkan bahwa kondisi emosionalnya belum sepenuhnya pulih, dan masih ada momen tertentu yang memicu kembali luka batin akibat konflik rumah tangga yang dialaminya.

Lebih lanjut, Wardatina mengungkapkan bahwa sesi konsultasi tersebut dilakukan di Bandung bersama seorang psikolog bernama Dokter Yuli. Dalam waktu dekat, ia berencana untuk kembali menjalani sesi tatap muka guna mendapatkan pendampingan yang lebih intensif.