Tottenham Hotspur secara resmi mengumumkan perpisahan dengan pelatih kepala Igor Tudor. Keputusan ini diambil di tengah kondisi tim yang sedang tidak stabil dan perjuangan keras untuk menjauh dari zona degradasi Liga Inggris.
Melalui pernyataan resmi klub, perpisahan dengan Tudor disebut terjadi atas kesepakatan bersama. Tidak hanya Tudor, dua staf pelatihnya, Tomislav Rogic sebagai pelatih kiper dan Riccardo Ragnacci sebagai pelatih fisik, juga turut meninggalkan klub.
Manajemen Spurs menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras Tudor serta stafnya selama beberapa minggu terakhir. Klub juga turut menyampaikan dukungan moral kepada Tudor yang baru saja menghadapi kabar duka atas meninggalnya sang ayah.
Masa Jabatan Singkat dan Performa Fluktuatif
Igor Tudor sebenarnya baru bergabung dengan Tottenham Hotspur pada Februari lalu, menggantikan Thomas Frank yang dipecat. Namun, masa jabatannya terbilang sangat singkat, hanya sekitar satu setengah bulan.
Selama memimpin tim, Tudor hanya sempat menukangi tujuh pertandingan. Awal kepemimpinannya diwarnai hasil yang berat, dengan empat kekalahan beruntun dan kebobolan hingga 14 gol dalam laga-laga tersebut.
Sempat muncul secercah harapan ketika Spurs berhasil menahan imbang Liverpool dan meraih kemenangan atas Atletico Madrid. Namun, momentum positif itu tidak bertahan lama.
Kekalahan dari Nottingham Forest menjadi pukulan telak yang kembali menjatuhkan posisi Spurs ke peringkat 17 klasemen sementara Liga Inggris. Posisi ini hanya satu tingkat di atas zona degradasi, memicu kekhawatiran serius di kalangan penggemar dan manajemen.
Faktor Pribadi dan Keputusan Mundur
Tidak lama setelah kekalahan krusial dari Nottingham Forest, Igor Tudor juga harus menghadapi kabar duka atas meninggalnya sang ayah. Situasi pribadi yang berat ini diyakini turut mempengaruhi keputusannya untuk mundur dari jabatannya.
Dengan perginya Tudor, Tottenham Hotspur kini harus bergerak cepat mencari pengganti. Tim masih memiliki tujuh pertandingan sisa di musim ini, dengan laga terdekat dijadwalkan melawan Sunderland pada 12 April mendatang.
Beberapa nama pelatih telah mulai dikaitkan dengan kursi panas di Tottenham Hotspur Stadium. Sean Dyche dan Roberto De Zerbi disebut-sebut masuk dalam daftar kandidat potensial untuk “menyelamatkan” Spurs dari ancaman degradasi yang membayangi.




