Tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, mengembalikan puluhan paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pihak penyedia. Pengembalian ini dilakukan setelah menu makanan yang diberikan dinilai kurang layak dan tidak disukai oleh para siswa.
Ketiga sekolah yang melakukan pengembalian tersebut adalah SDN Sutawangi 1, SDN Sutawangi 2, dan SDN Sutawangi 4. Pihak sekolah menyebutkan bahwa beberapa menu yang disajikan sejak awal bulan Ramadan tidak dimakan oleh siswa, bahkan sebagian besar akhirnya dibuang.
Keluhan Menu Tidak Layak dan Gosong
Kepala Sekolah SDN Sutawangi 1 dan SDN Sutawangi 2 menjelaskan, kualitas penyajian menu MBG dinilai kurang layak sejak awal Ramadan. Beberapa menu olahan seperti kolak, bubur candil, dan kacang hijau dilaporkan tidak dikonsumsi oleh siswa.
Selain masalah rasa yang kurang disukai, sebagian menu juga ditemukan dalam kondisi gosong. Kondisi ini menyebabkan banyak makanan terbuang sia-sia. Dari total 321 paket menu MBG yang diterima oleh sekolah, sekitar 50 paket terpaksa dikembalikan karena tidak dimakan oleh siswa.
Protes Sekolah dan Janji Perbaikan Penyedia
Pihak sekolah mengaku telah menyampaikan protes dan keluhan kepada pihak SPPG (Penyedia Program Gizi) terkait kualitas menu. Namun, menu yang diberikan tidak mengalami perubahan signifikan.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak SPPG telah menyampaikan permohonan maaf. Mereka juga berjanji akan segera mengganti menu MBG dengan makanan yang lebih layak dan sesuai selera para siswa di kemudian hari.




