Pekanbaru, Minggu, 01 Maret 2026 – Kasus pembacokan yang melibatkan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Raihan Mufazzar sebagai pelaku dan Farradila Ayu Pramesti sebagai korban, terus menyita perhatian publik. Setelah insiden tragis tersebut, jagat maya dihebohkan dengan penemuan jejak digital yang menunjukkan kedekatan antara keduanya di media sosial.
Foto-foto kemesraan Raihan dan Farradila beredar luas, memicu spekulasi baru mengenai hubungan sebenarnya di antara mereka. Dalam salah satu foto yang viral, keduanya terlihat sangat akrab, berpose membentuk simbol hati dengan tangan mereka. Latar belakang dekorasi bunga dan senyum bahagia dari kedua mahasiswa Hukum tersebut semakin memperkuat dugaan adanya hubungan spesial.
Netizen Ungkap Sisi Lain Hubungan Pelaku dan Korban
Berbagai komentar netizen mulai bermunculan, mengungkap sisi lain dari hubungan Raihan dan Farradila yang selama ini tidak diketahui publik. Akun Sekar rossayu, misalnya, menyebutkan bahwa, “mereka dua pdkt.. si cewe minta di belikan ini-itu, dibeliin.. chat an, vc an, antar jemput..”
Selain pemberian materi, akun tersebut juga mengklaim bahwa Raihan memiliki peran besar dalam urusan akademik Farradila. Disebutkan bahwa pelaku membantu mengerjakan tugas-tugas kuliah korban, “sampe proposal di kerjain..” demi menyenangkan hati mahasiswi berusia 23 tahun itu.
Rumor yang lebih mengejutkan juga beredar luas di platform TikTok mengenai dugaan hubungan fisik yang pernah dilakukan oleh keduanya. Komentar netizen menyebutkan klaim bahwa, “bahkan udh pernah tidur bareng..” yang kemudian memicu perdebatan panas di kolom komentar.
Konflik Asmara Diduga Jadi Pemicu
Konflik internal diduga mulai memuncak ketika pelaku menanyakan kejelasan status hubungan mereka kepada korban setelah sekian lama menjalin kedekatan. Namun, Farradila disebut enggan berkomitmen dan menyatakan bahwa, “ternyata si cewe ga mau pacaran..” kepada Raihan Mufazzar.
Spekulasi semakin liar dengan adanya dugaan bahwa korban sebenarnya sudah memiliki kekasih lain saat sedang menjalin kedekatan dengan pelaku. Netizen menyebut korban, “dekat sama cowok lain, dan pacarnya yg sekarang..” sehingga Raihan merasa sangat dibohongi. Raihan Mufazzar dikabarkan merasa hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan materi semata oleh Farradila. Perasaan sakit hati ini diduga terakumulasi hingga pelaku merasa, “di bohongin, di manfaatin..” selama proses kedekatan mereka.
Bocoran percakapan di aplikasi pesan singkat juga mengungkap bahwa sempat terjadi pertengkaran hebat antara pelaku dan korban sebelum kejadian. Dalam chat tersebut tertulis bahwa, “pelaku nih nyuruh cewe ni ninggalin cowok dia, karna hubungannya dah jauh sampe gitu-an”.
Ancaman juga sempat terlontar dari pihak pelaku untuk menyebarkan video dokumentasi kedekatan mereka yang dianggap sensitif. Pelaku disebut mengancam akan, “nyebarin video orng tu HS” jika korban tetap menolak untuk meninggalkan kekasih aslinya.
Rasa sakit hati pelaku semakin bertambah setelah diduga menerima hinaan dari korban yang ditujukan kepada dirinya dan juga kedua orang tuanya. “Katanya soal ngejek orang-tua sama diri si rehan nie” menjadi poin penting yang tertulis dalam pesan yang beredar tersebut.
Perencanaan dan Karakter Pelaku
Fakta mengejutkan lainnya menyebutkan bahwa aksi pembacokan menggunakan kapak tersebut mungkin tidak dilakukan secara spontan oleh pelaku di ruang sidang. Sebuah pesan singkat menyatakan bahwa, “die pun merencanakan pembacokan ini sudah beberapa bulan yg lalu” sebelumnya.
Padahal, di mata teman-temannya, Raihan Mufazzar dikenal sebagai sosok mahasiswa yang memiliki kepribadian sangat baik dan taat menjalankan ibadah agama. “Intinya dia tu anak baikkk, biasanya dia keluar aj cuma buat sholat ke mesjidd,” tulis salah satu teman pelaku.
Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap bukti-bukti digital yang ditemukan oleh netizen untuk diverifikasi kebenarannya secara hukum, guna mengungkap motif dan kronologi lengkap di balik insiden pembacokan ini.




