Rabu, 04 Maret 2026 – Fara, mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau yang menjadi korban pembacokan pada akhir Februari lalu, menunjukkan perkembangan kesehatan yang signifikan pascaoperasi. Ibunda Fara mengungkapkan bahwa putrinya kini sudah mampu melakukan aktivitas fisik secara mandiri, termasuk duduk dan berdiri, serta mulai bisa mengonsumsi makanan normal.

Insiden tragis yang menimpa Fara terjadi pada tanggal 26 Februari 2026 di area Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau. Pelaku serangan diidentifikasi sebagai Raihan, rekan sesama mahasiswa di universitas tersebut. Kejadian ini dipicu oleh motif asmara dan dendam pribadi yang berujung pada tindakan kekerasan menggunakan senjata tajam jenis parang.

Kemajuan Pemulihan Fara: Mampu Berdiri dan Mandiri

Setelah menjalani operasi besar di bagian kepala, Fara kini menunjukkan kemajuan fisik yang menggembirakan. Ibunda Fara menuturkan, “Alhamdulillah dia sudah bisa duduk, walaupun masih ada rasa pusing. Kemudian alhamdulillah hari ini dia sudah mulai bisa berdiri.” Tim medis terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan tidak ada komplikasi serius.

Kemajuan lain terlihat dari kemandirian Fara dalam melakukan keperluan pribadi harian. Ia kini tidak lagi ingin bergantung sepenuhnya pada peralatan medis atau bantuan pispot untuk buang air kecil. “Dia sudah tidak mau lagi di tempat tidur buang air kecilnya, dia mau pergi sendiri ke kamar mandi. Semoga ini ada dampak baiknya buat anak saya sendiri,” jelas sang ibu, menandakan fungsi motorik Fara mulai berangsur normal.

Perkembangan Pola Makan dan Kondisi Nafsu Makan

Mengenai pola makan, Fara pada awalnya hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan bertekstur lunak seperti bubur. Hal ini dilakukan untuk mengurangi gerakan pada bagian kepala dan rahang yang bisa memicu rasa sakit. “Memang dari pertama itu saya minta makanannya bubur karena nanti gerakan dari kepalanya sendiri nanti dia merasa sakit,” tutur sang ibu.

Saat ini, nafsu makan Fara dilaporkan sudah mulai membaik. Namun, ia masih sering merasakan mual jika mengonsumsi makanan dalam porsi terlalu banyak secara sekaligus. Ibunda Fara menambahkan, “Cuma kalau makan banyak dia merasa mual, mungkin sudah dulu saya stop. Alhamdulillah hari ini dia sudah makan normal seperti biasa.”

Proses Hukum Pelaku dan Sorotan Keamanan Kampus

Di sisi lain, pelaku pembacokan, Raihan, telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Raihan mengaku menyesal atas tindakan brutalnya dan merasa sedih karena orang tuanya harus menanggung malu.

Kasus ini memicu sorotan tajam publik terkait sistem keamanan di lingkungan kampus UIN Suska Riau. Kejadian pembacokan di area fakultas tersebut mendorong evaluasi mendalam terhadap prosedur pengamanan bagi mahasiswa. Pihak universitas diharapkan segera meningkatkan pengawasan guna mencegah insiden serupa terulang.

Motif dendam dan masalah asmara yang melatarbelakangi kasus ini juga menyoroti pentingnya edukasi kesehatan mental di kalangan mahasiswa. Manajemen emosi dinilai sangat perlu diajarkan agar konflik pribadi tidak berujung pada tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak.

Dukungan moral dari sesama mahasiswa terus mengalir bagi kesembuhan Fara. Keluarga berharap proses hukum terhadap pelaku berjalan dengan adil dan fokus utama saat ini adalah memastikan Fara bisa kembali sehat sepenuhnya serta melanjutkan studinya yang sempat tertunda.