Semen Padang FC secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Dejan Antonic pada Jumat, 6 Maret 2026. Keputusan ini diambil manajemen klub berjuluk Kabau Sirah tersebut setelah serangkaian hasil minor yang membuat tim terperosok di zona degradasi Liga Super Indonesia.
Langkah tegas ini menyusul hasil imbang 0-0 yang diraih Semen Padang saat menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Haji Agus Salim pada Rabu malam (4/3/2026). Dalam pertandingan tersebut, Semen Padang sempat unggul jumlah pemain sejak babak pertama, namun gagal memanfaatkan keuntungan itu untuk mencetak gol dan meraih kemenangan di kandang sendiri.
Kekecewaan atas performa tim juga sempat disuarakan oleh penasihat klub, Andre Rosiade, melalui media sosial. Ia bahkan secara terbuka meminta manajemen untuk segera mengakhiri kontrak Dejan Antonic.
Menanggapi situasi tersebut, manajemen Semen Padang FC segera menggelar rapat internal. Hasilnya, klub memutuskan untuk berpisah dengan pelatih asal Serbia tersebut. Pengumuman resmi disampaikan melalui akun Instagram resmi klub.
“Terima Kasih, Coach Dejan Antonic,” tulis pernyataan resmi klub.
“Kebersamaan tim Kabau Sirah dengan Coach Dejan harus berakhir. Keputusan ini diambil manajemen Semen Padang FC setelah melakukan pertimbangan dan diskusi dengan komisaris serta penasihat tim. Terima kasih, Coach Dejan,” lanjut pernyataan tersebut.
Dejan Antonic sendiri baru bergabung dengan Semen Padang pada 10 Oktober 2025, menggantikan pelatih sebelumnya, Eduardo Almeida. Namun, selama masa kepemimpinannya, perjalanan Dejan bersama Kabau Sirah jauh dari kata mulus.
Dari total 16 pertandingan yang dilakoni, Semen Padang di bawah asuhan Dejan Antonic hanya mampu mencatatkan 3 kemenangan, 4 hasil imbang, dan harus menelan 9 kekalahan.
Saat ini, Semen Padang masih tertahan di posisi ke-17 klasemen Liga Super Indonesia dengan koleksi 17 poin dari 24 pertandingan. Posisi mereka di zona degradasi sangat rawan tergeser, mengingat selisih poin dengan Persis Solo yang berada di dasar klasemen hanya satu angka. Manajemen berharap, keputusan ini dapat menjadi titik balik untuk memperbaiki performa tim di sisa musim.



