Gresik, Selasa (17/3/2026) – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Driyorejo, Gresik, pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 18.20 WIB, kembali menyebabkan banjir di sejumlah desa. Akibatnya, ratusan rumah terendam dan beberapa ruas jalan raya, termasuk di Sumput, tergenang air hingga membuat sejumlah kendaraan motor mogok.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Sukardi, menjelaskan bahwa genangan banjir ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dengan durasi cukup lama. “Di tambah drainase yang kurang memadai sehingga menyebabkan banjir di jalan dan permukiman,” ujar Sukardi pada Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan data BPBD Gresik per Senin malam, lima desa di Kecamatan Driyorejo terdampak banjir. Desa-desa tersebut meliputi Desa Randegan Sari, Perumahan Citraland, Desa Petiken, Desa Bambe, dan Desa Sumput.
Ketinggian genangan air bervariasi, dengan jalan penghubung desa (JPD) tergenang antara 10 hingga 50 cm, sementara jalan lingkungan mencapai 20 hingga 80 cm. Di Desa Sumput, sebanyak 175 rumah dilaporkan tergenang air dengan ketinggian antara 10 hingga 50 cm. “Rumah tergenang di Desa Sumput ada 175 dengan ketinggian 10 hingga 50 cm,” tambah Sukardi.
BPBD Gresik memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir ini. Tim BPBD segera melakukan asesmen di lokasi terdampak, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Tim Reaksi Cepat (TRC) desa, serta terus memantau perkembangan situasi banjir.




