Arus mudik Lebaran 2026 di ruas Tol Kanci-Pejagan mulai menunjukkan lonjakan signifikan pada H-5 Lebaran, Selasa, 17 Maret 2026. Pengelola tol memprediksi puncak kepadatan akan terjadi pada 18 Maret mendatang, dengan volume lalu lintas diperkirakan mencapai 110.000 kendaraan.
PT SMR, selaku pengelola Tol Kanci-Pejagan, memperkirakan total 1,4 juta kendaraan akan melintasi ruas tol ini selama periode arus mudik dan balik Lebaran. Angka ini menunjukkan kenaikan volume kendaraan sebesar 2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Antisipasi Lonjakan Kendaraan dan Kesiapan Infrastruktur
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PT SMR memastikan seluruh infrastruktur jalan berada dalam kondisi prima. Sejumlah titik yang sebelumnya mengalami kerusakan telah direkonstruksi guna menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik.
Manajer Operasional PT SMR, Fadli Firman, mengingatkan para pemudik agar memastikan saldo kartu elektronik dalam kondisi cukup. Hal ini penting untuk menghindari antrean panjang di gerbang pembayaran. Pengelola tol juga menerapkan diskon tarif hingga 30% yang berlaku pada tanggal 15 dan 16 Maret, khusus bagi pemudik yang masuk dari Gerbang Tol Cikarang Utama hingga Kalikangkung.
Guna mencegah penumpukan di area istirahat, pengelola Tol Kanci-Pejagan akan memberlakukan pembatasan waktu istirahat maksimal 30 menit. Berdasarkan proyeksi terbaru, puncak arus mudik di ruas Tol Kanci-Pejagan diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026, dengan sekitar 111.000 kendaraan melintas.
Secara keseluruhan, PT SMR telah mempersiapkan berbagai fasilitas dan memastikan kondisi jalan layak serta aman untuk dilintasi selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.




