Dua wanita di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, diamankan pihak kepolisian setelah sebuah video yang diduga melecehkan ayat suci Alquran menggunakan bahasa daerah viral di media sosial. Penangkapan ini dilakukan menyusul laporan dari salah satu tokoh agama setempat.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, membenarkan langkah cepat yang diambil pihaknya. “Betul, kami sudah lakukan beberapa langkah juga termasuk pembinaan melalui tokoh agama dan pemuda,” ujar AKBP Restu Wijayanto pada Jumat (27/2).
Kronologi dan Tindakan Kepolisian
Kasus ini bermula pada Rabu (25/2), ketika kedua wanita tersebut terekam mempelesetkan bunyi ayat Alquran dan mengartikannya secara bercanda menggunakan bahasa daerah mereka. Video tersebut kemudian menyebar luas dan memicu keresahan publik.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali, menjelaskan bahwa laporan awal diterima secara lisan. “Baru viral di Bulukumba. Kami terima informasi lisan terkait video viral tersebut dari salah satu tokoh agama, sehingga kami langsung tindak lanjuti dengan berkoordinasi pemerintah setempat,” terang Iptu Muhammad Ali.
Setelah menerima laporan, polisi segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua wanita tersebut. Selanjutnya, Polres Bulukumba memfasilitasi pertemuan antara kedua pelaku dengan para tokoh agama dan pemerintah setempat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua wanita diberikan pemahaman agama, termasuk dalil-dalil Alquran, dengan didampingi oleh tokoh agama dan pemerintah. “Diberikan pemahaman agama, termasuk dalil-dalil Alquran didampingi tokoh agama dan pemerintah. Keduanya sudah minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” kata Iptu Muhammad Ali.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, kedua wanita itu telah menghapus video pelecehan ayat Alquran yang mereka unggah dan menggantinya dengan video permintaan maaf secara terbuka. Iptu Muhammad Ali juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. “Kami harapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan masalah ini, mari kita jaga situasi tetap kondusif apa lagi pada bulan suci Ramadan,” tutupnya.




