Puncak arus balik Lebaran 2026 menjadi ujian kesabaran bagi ribuan pemudik. Jalur utama dari Kuningan menuju Cirebon lumpuh total pada Rabu (25/3/2026), dengan antrean kendaraan yang tak bergerak hingga tiga jam, jauh melampaui waktu tempuh normal yang kurang dari satu jam.

Sejak pagi hari, kemacetan parah sudah terlihat di berbagai titik. Kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga bus saling berdesakan, memenuhi setiap celah jalan. Suara klakson yang bersahutan dan teriakan pengendara yang mulai frustrasi menjadi pemandangan umum di sepanjang jalur tersebut. Banyak pemudik memilih turun dari kendaraan mereka untuk sekadar meregangkan kaki atau mencari minuman di tengah teriknya matahari.

Rian (34), seorang pemudik asal Jakarta yang baru saja merayakan Lebaran di Kuningan, mengungkapkan kekesalannya. “Dari tadi nggak gerak sama sekali. Ini udah hampir tiga jam,” keluhnya. Ia mengaku sengaja berangkat pagi untuk menghindari kemacetan, namun justru terjebak di tengah puncak arus balik yang tak terhindarkan.

Kondisi serupa dialami Siti (29), yang bepergian bersama dua anak kecil. “Anak-anak udah rewel. Panas, macet, nggak ada kepastian juga kapan lancar,” ujarnya, menggambarkan kesulitan yang ia hadapi di dalam mobil.

Titik kemacetan terparah terpusat di jalur utara, yang merupakan akses vital menuju Cirebon. Volume kendaraan yang datang dari berbagai arah menumpuk di satu jalur, menyebabkan kendaraan nyaris tak bergerak sama sekali di beberapa ruas jalan.

Lonjakan Arus Balik 40 Persen

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, H. Mochamad Nurdijanto, mengakui bahwa kondisi arus balik tahun ini jauh lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut lonjakan arus balik mencapai sekitar 40 persen.

“Pergerakan kendaraan terjadi bersamaan. Jadi beban jalan langsung tinggi dalam waktu yang sama,” jelas Nurdijanto saat memantau langsung situasi di lapangan. Ia juga merasakan sendiri dampak kemacetan tersebut, di mana perjalanan singkat berubah menjadi maraton di atas aspal.

Nurdijanto menambahkan, “Ini memang puncaknya. Semua orang pulang di waktu yang hampir bersamaan.”

Upaya Penguraian Kemacetan

Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, kepolisian, dan BPBD terus berupaya keras mengurai kemacetan. Berbagai rekayasa lalu lintas telah diterapkan, termasuk pemasangan separator dan pengetatan pengaturan kendaraan. Namun, derasnya volume kendaraan yang melintas membuat upaya-upaya tersebut belum sepenuhnya efektif dalam mengatasi kepadatan lalu lintas.