Laga krusial akan tersaji di pekan lanjutan Super League 2026 saat Bhayangkara FC menjamu Persija Jakarta. Pertandingan yang dijadwalkan pada Minggu, 5 April 2026, pukul 15.30 WIB ini akan disiarkan langsung melalui Indosiar dan Vidio dari markas Bhayangkara, Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung.

Bagi Persija Jakarta, pertandingan ini menjadi sangat menentukan. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut membutuhkan kemenangan demi menjaga asa mereka untuk meraih gelar juara Super League musim 2025-2026.

Tren Positif Bhayangkara FC di Bawah Paul Munster

Namun, ambisi Persija akan diuji oleh performa gemilang Bhayangkara FC. Di bawah arahan pelatih Paul Munster, The Guardians sedang dalam tren yang sangat baik, mencatatkan lima kemenangan beruntun di laga terakhir mereka.

Rentetan kemenangan tersebut dimulai dengan menaklukkan Persebaya Surabaya 1-2, diikuti oleh kemenangan atas Persik Kediri 3-4, Semen Padang 4-0, Dewa United 0-2, dan Arema 2-1. Tambahan 15 poin dari lima laga tersebut berhasil melesatkan Bhayangkara FC ke peringkat 6 klasemen sementara dengan total 41 poin, sebuah peningkatan signifikan setelah sebelumnya sempat takluk 1-2 dari Borneo FC.

Kekuatan Kandang dan Motivasi Tinggi

Bermain di kandang sendiri, Stadion PKOR Sumpah Pemuda, akan menjadi energi tambahan bagi Bhayangkara FC. Faktanya, dari 12 laga kandang yang telah dijalani musim ini, Bhayangkara sukses mengumpulkan 24 poin, hasil dari 7 kemenangan, 3 hasil imbang, dan hanya 2 kekalahan.

Gelandang Bhayangkara FC, Moussa Sidibé, mengungkapkan motivasi tinggi timnya. “Persija adalah tim hebat dengan para pemain level atas. Kami sangat termotivasi dan menanti hari Minggu tiba. Kami akan memberikan segalanya demi mempertahankan 3 poin tetap di Lampung,” ujar Sidibé, seperti dilansir dari website iLeague.

Tantangan Berat untuk Persija Jakarta

Persija Jakarta, di bawah asuhan pelatih Mauricio Souza, tentu menyadari tantangan berat yang menanti mereka. Selain harus menghadapi kualitas tim lawan yang sedang menanjak, Macan Kemayoran juga perlu mengatasi inkonsistensi permainan mereka sendiri yang kerap menjadi kendala.