Anggota Komisi Empat DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri, menyoroti kondisi ekonomi nasional dan pengelolaan anggaran negara saat kunjungan kerja di Kabupaten Cirebon pada Selasa, 17 Maret 2026. Ia mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap gejolak global yang memengaruhi harga minyak dunia serta efisiensi implementasi program strategis seperti Makan Bergizi Gratis.

Dampak Gejolak Global pada Anggaran Negara

Rokhmin Dahuri menjelaskan bahwa gejolak global, yang dipicu oleh konflik internasional, telah mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini, menurutnya, berdampak langsung terhadap keuangan negara. Setiap lonjakan harga minyak dapat menambah beban anggaran, sehingga pemerintah perlu menyiapkan strategi fiskal yang lebih efisien untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Selain itu, Rokhmin juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya masih memerlukan perbaikan dalam implementasi di lapangan. Meskipun program tersebut memiliki tujuan baik untuk menangani masalah gizi dan stunting, pendekatan yang terlalu berbasis proyek dinilai berisiko menimbulkan inefisiensi anggaran.

Untuk itu, Rokhmin menyarankan agar program MBG difokuskan pada wilayah dengan angka stunting yang tinggi. Ia juga menekankan pentingnya melibatkan langsung pihak sekolah dalam pengelolaannya agar lebih tepat sasaran dan efisien.

Prioritas Alokasi Anggaran Efisien

Efisiensi anggaran yang dihasilkan dari perbaikan pengelolaan program, termasuk MBG, dapat dialokasikan kembali untuk sektor-sektor prioritas. Rokhmin menyebutkan bahwa dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, serta penciptaan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan masyarakat.