Pelatih Arema FC, Marcos Santos, memberikan penjelasan komprehensif terkait kekalahan timnya dari Borneo FC dengan skor 1-3 dalam lanjutan Super League 2025/26. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada Oktober 2025 itu disebut Santos tidak semata karena kualitas lawan, melainkan juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor krusial sepanjang laga.

Analisis Kekalahan: Gol Cepat dan Kartu Merah

Santos menyoroti gol cepat yang dicetak Borneo FC pada menit ketiga pertandingan sebagai salah satu penyebab utama kekalahan Singo Edan. Gol tersebut, menurutnya, langsung mengejutkan tim dan membuat para pemain kehilangan ritme serta konsentrasi yang telah direncanakan. “Gol cepat itu membuat strategi yang telah disusun sulit untuk dijalankan dengan efektif,” ujar Santos.

Selain kejutan gol cepat, pelatih asal Brasil itu juga menyoroti kepemimpinan wasit di babak kedua. Wasit memberikan sejumlah kartu kuning yang kemudian berujung pada dua kartu merah bagi pemain Arema FC. Kartu merah ini diberikan setelah insiden pelanggaran keras yang dilakukan pemain Arema kepada lawan.

Meski demikian, Santos menilai keputusan tersebut terlalu berlebihan. “Keputusan ini terlalu berlebihan dan berpengaruh besar terhadap jalannya pertandingan,” tegasnya. Kondisi ini memaksa anak asuhnya bermain dengan sembilan pemain, secara signifikan memperkecil peluang mereka untuk mengejar ketertinggalan.

Semangat Juang di Tengah Keterbatasan

Santos sendiri mengaku enggan menyalahkan keputusan wasit secara langsung. Namun, ia menilai bahwa kepemimpinan wasit pada pertandingan tersebut kurang tepat dan berdampak terhadap performa tim secara keseluruhan. Ia menyebut timnya sebenarnya sudah berusaha keras memperbaiki permainan di babak kedua, tetapi terhalang oleh banyaknya kartu yang membuat Arema cukup terkuras.

Meskipun bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit, Arema FC menunjukkan semangat juang yang tinggi. Tim tetap berupaya bangkit dan menekan lawan dalam usaha mencetak gol balasan. Namun, kesulitan untuk mempertahankan taktik yang sudah dipersiapkan membuat usaha tersebut tidak membuahkan hasil optimal.

Evaluasi Menyeluruh untuk Laga Kandang

Kekalahan ini juga mencatatkan rekor kurang baik bagi Arema FC di Stadion Kanjuruhan. Tim berjuluk Singo Edan tersebut belum mampu meraih kemenangan dalam beberapa laga kandang terakhir di ajang Super League. Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi staf pelatih maupun manajemen untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi memperbaiki performa tim di pertandingan berikutnya.