Kabupaten Gresik kini memiliki dua tradisi khas bulan suci Ramadhan yang resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI). Sertifikat penetapan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, pada Minggu, 22 Februari 2026.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menyampaikan harapannya usai menerima sertifikat. “Dengan ditetapkannya tradisi dan kuliner Gresik ini diharapkan semakin dikenal luas dan tetap lestari sebagai bagian penting dari identitas Gresik, Jawa Timur dan Indonesia,” ujarnya.

Malam Selawe: Ibadah dan Ziarah di Makam Sunan Giri

Salah satu tradisi yang mendapat pengakuan WBTBI adalah Malam Selawe. Tradisi ini berpusat pada kegiatan i’tikaf dan mengaji di sekitar area Makam Sunan Giri, terutama pada malam ke-25 Ramadhan.

Konon, Malam Selawe telah dimulai sejak era Sunan Giri berdakwah. Beliau mengajak para muridnya untuk meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadhan dengan beri’tikaf di Masjid Giri, berharap mendapatkan berkah malam Lailatul Qadar.

Setiap tahun, Malam Selawe selalu dibanjiri peziarah, baik dari Gresik maupun luar daerah. Keunikan tradisi ini terletak pada perjalanan yang dianggap menyenangkan, penuh kenangan, sekaligus melelahkan. Peziarah biasanya memulai perjalanan dari persimpangan Kebomas atau Tugu Lontar, menempuh jarak sekitar 2,7 kilometer menuju Makam Sunan Giri.

Pasar Bandeng Gresik: Tradisi Lelang Ikan dan Penggerak Ekonomi

Tradisi kedua yang diakui adalah Pasar Bandeng Gresik, sebuah acara tahunan unik yang diadakan setiap akhir Ramadhan di kawasan Kota Gresik. Untuk Ramadhan tahun 2026 ini, Pasar Bandeng direncanakan akan berlangsung pada tanggal 16-18 Maret 2026.

Pasar Bandeng menonjolkan lelang “bandeng kawak” atau bandeng berukuran jumbo, serta bazar produk lokal. Tradisi ini telah diwariskan sejak masa Sunan Giri, tepatnya sejak abad ke-15, sebagai upaya beliau untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui budidaya ikan.

Selain kegiatan jual-beli bandeng, acara ini juga dimeriahkan dengan bazar UMKM, festival kuliner, dan berbagai hiburan rakyat. Ribuan pengunjung dari Gresik maupun luar daerah selalu tertarik untuk datang dan merasakan kemeriahan Pasar Bandeng.