Madura United FC semakin terdesak ke zona merah klasemen BRI Super League setelah menelan kekalahan 1-2 dari Malut United FC. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan pada Selasa (3/3) malam WIB tersebut membuat Laskar Sappe Kerap gagal mengamankan poin penting di kandang sendiri.
Jalannya Pertandingan: Efektivitas Lini Depan Malut United Jadi Pembeda
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim menampilkan permainan yang cukup berimbang. Baik Madura United maupun Malut United sama-sama mengandalkan pola 4-3-3 dalam upaya membangun serangan. Namun, efektivitas lini depan Malut United terbukti menjadi pembeda dalam laga ini.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-31. Striker asal Brasil, David da Silva, berhasil memaksimalkan umpan terukur dari Tyronne del Pino untuk membawa tim tamu unggul 1-0. Gol tersebut memberikan momentum positif bagi Malut United dan berhasil mereka pertahankan hingga jeda babak pertama.
Memasuki babak kedua, Madura United berupaya meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, David da Silva kembali menunjukkan ketajamannya. Pada menit ke-58, ia mencetak gol keduanya setelah menerima suplai matang dari Frets Butuan. Brace tersebut tidak hanya mengukuhkan David da Silva sebagai top skor sementara liga dengan 13 gol, tetapi juga memperlebar keunggulan Malut United menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol, pelatih Madura United, Carlos Parreira, segera merespons dengan memasukkan Aji Kusuma pada menit ke-66 untuk menambah daya gedor. Pergantian pemain ini memberikan dampak positif pada dinamika serangan tuan rumah.
Harapan Madura United kembali menyala pada menit ke-78 ketika sang kapten, Lulinha, berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka dan intens di sisa waktu. Sayangnya, hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Madura United harus menerima kekalahan yang semakin memperumit posisi mereka di klasemen.
Di penghujung laga, sempat terjadi insiden ketika pemain Malut United, Jorge Mendonca, kolaps di lapangan. Manahati Lestusen dengan sigap memberikan pertolongan awal sebelum tim medis masuk untuk penanganan lebih lanjut.
Posisi Kritis di Klasemen
Kekalahan ini menempatkan Madura United di peringkat ke-14 dengan koleksi 20 poin. Mereka kini hanya terpaut dua angka dari PSBS Biak yang berada di posisi ke-18, atau zona degradasi. Situasi ini menjadi alarm serius bagi Laskar Sappe Kerap yang harus segera menemukan konsistensi performa untuk menjauh dari ancaman degradasi.




