BANDUNG – Euforia perayaan kemenangan Persib Bandung menjuarai BRI Super League 2025/26 di Kota Bandung pada Minggu (24/5/2026) menyisakan duka. Sebanyak 122 orang dilaporkan menjadi korban kecelakaan selama perayaan yang memuncak dengan pawai di kawasan Asia Afrika.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan, data akumulatif korban kecelakaan tersebut terhitung sejak Sabtu (23/5) malam, saat Persib dipastikan menjadi juara Liga Super Indonesia, hingga Minggu siang. Kondisi pawai yang tidak terkendali menjadi sorotan utama.

Pawai Lumpuh, Ratusan Ribu Bobotoh Padati Asia Afrika

Lautan Bobotoh memadati kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, sejak Minggu pagi untuk mengikuti pawai rombongan pemain Persib. Jalanan di sepanjang rute yang dilalui kendaraan pemain lumpuh total akibat membludaknya masyarakat.

Rombongan pemain Persib sebelumnya dilepas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Sate. Sesuai rencana, para pemain seharusnya turun di Jalan Asia Afrika dan naik ke Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) untuk melakukan seremonial pengangkatan trofi.

Namun, ratusan ribu masyarakat yang sudah memenuhi area kawasan Asia Afrika sejak pagi hari membuat suasana tidak terkendali. Banyak warga yang kelelahan dan kehabisan oksigen di tengah kerumunan massa. Sejumlah ibu dan anak bahkan dilaporkan pingsan akibat desakan.

Farhan sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf atas ketidaklancaran perayaan pawai Persib ini. Ia mengakui bahwa situasi di lapangan jauh di luar ekspektasi dan sulit dikendalikan.

Perayaan Diakhiri Lebih Cepat, Prabowo Akan Berkunjung

Perayaan keberhasilan Persib Bandung menjadi juara ini harus diselesaikan pada Minggu malam. Hal ini dikarenakan adanya agenda kunjungan dari Prabowo pada keesokan harinya, Senin (25/5/2026).