Kabar mengenai keretakan rumah tangga pasangan selebriti Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag mendadak viral di media sosial. Isu perceraian ini, yang disebut-sebut dipicu oleh faktor ekonomi dan kehadiran orang ketiga, pertama kali menyebar luas melalui platform TikTok.

Akun TikTok @dede_el108 menjadi salah satu sumber utama yang membagikan kabar tersebut, mengklaim adanya masalah serius dalam hubungan keduanya. “Isu keretakan karena faktor ekonomi hingga orang ketiga, namun apa yang disampaikam Jessica dalam klarifikasi terbarunya jauh lebih kompleks dari rumor dangkal tersebut,” demikian narasi yang diunggah akun tersebut.

Tidak hanya itu, akun TikTok tersebut juga menyoroti bahwa trauma masa lalu yang pernah dihadapi Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag turut menjadi penyebab keretakan. “Tekanan pasca trauma akibat kasus hukum yang mereka hadapi sebelumnya ternyata meninggalkan luka yang mendalam bagi pondasi komunikasi mereka sebagai suami dan istri,” lanjut narasi tersebut.

Unggahan ini sontak memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak di antaranya yang meragukan kebenaran kabar tersebut dan berharap isu perceraian ini hanyalah hoaks. “Semoga ini hoaks,” tulis akun TikTok @Capricon, menunjukkan keraguan. Senada, akun @RatihRaya berkomentar, “Omong kosong apa lg ini,” mencerminkan ketidakpercayaan publik.

Namun, fakta yang ditemukan justru menunjukkan hal sebaliknya. Melalui akun Instagram pribadinya, @inijedar, Jessica Iskandar pada 8 Februari 2026 mengunggah foto romantis bersama Vincent Verhaag. Dalam unggahan tersebut, Jessica Iskandar secara tersirat menepis isu miring yang beredar.

Ia menuliskan, “Before the flowers, before the 14th..We celebrate us first.. karena cinta nggak harus nunggu tanggal,” yang mengindikasikan perayaan Valentine lebih awal bersama sang suami. Vincent Verhaag pun turut memberikan respons positif dengan membagikan emoji hati di kolom komentar unggahan tersebut.

Berdasarkan unggahan dan interaksi romantis antara Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag di media sosial, dapat disimpulkan bahwa kabar perceraian yang beredar luas adalah hoaks atau berita bohong yang tidak memiliki dasar kebenaran.