Konflik rumah tangga antara Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa semakin memanas di tengah proses perceraian mereka. Insanul Fahmi kembali melontarkan tudingan keras terhadap Wardatina Mawa, menyoroti dugaan pencitraan di media sosial dan kesulitan bertemu anak semata wayang mereka.

Tudingan Pencitraan dan Akses Anak Terbatas

Proses perceraian pasangan ini masih bergulir di Pengadilan Agama Medan, Sumatera Utara. Di tengah situasi tersebut, Insanul Fahmi mengungkapkan kekecewaannya karena merasa kesulitan untuk bertemu dengan anaknya. Ia menilai, komunikasi dengan sang buah hati terhambat, meskipun di media sosial terlihat sebaliknya.

Insanul Fahmi menyebut, momen terakhir dirinya bertemu anak hanya terjadi sekali. Setelah pertemuan itu, akses untuk bertemu kembali tertutup. Ia juga mengklaim tidak ada respons lanjutan dari pihak Wardatina Mawa terkait permintaannya untuk bertemu anak.

Lebih lanjut, Insanul Fahmi menuding adanya unsur pencitraan dalam unggahan media sosial terkait izin bertemu anak. Menurutnya, izin tersebut diberikan bukan tanpa alasan, melainkan untuk membentuk opini publik.

Sorotan atas Keterlibatan Anak dalam Konten Medsos

Tak hanya itu, Insanul Fahmi juga menyoroti keterlibatan anak mereka dalam konten media sosial. Ia menyayangkan jika sang anak ikut terseret dalam konflik orang tua, apalagi jika dianggap sebagai bentuk eksploitasi. Dalam pernyataannya, Insanul Fahmi bahkan melontarkan ultimatum terkait masalah ini.

Perseteruan ini juga sebelumnya diwarnai oleh klaim Insanul Fahmi sebagai pengusaha muda yang disebut hanya menawar nafkah bulanan sebesar Rp1 juta, jauh dari tuntutan Wardatina Mawa yang mencapai lebih dari Rp30 juta. Insanul Fahmi sendiri sempat berharap dapat merayakan Lebaran bersama anaknya di tengah proses perceraian yang masih berlangsung.