Gampong Cot Lamkuweuh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, mengandalkan dua program unggulan untuk menggerakkan perekonomian dan menjaga ketertiban masyarakatnya. Program tersebut meliputi budidaya kepiting asoka dan penerapan sistem portal keamanan di setiap akses masuk gampong.

Budidaya Kepiting Asoka: Penggerak Ekonomi Pesisir

Budidaya kepiting lunak jenis asoka yang dikelola oleh tiga kelompok warga di Gampong Cot Lamkuweuh disebut sebagai satu-satunya di Kecamatan Meuraxa. Program ini memanfaatkan potensi pesisir yang menjadi karakteristik utama gampong.

Keuchik Gampong Cot Lamkuweuh, Misbahuddin, menjelaskan bahwa budidaya kepiting asoka telah berjalan sejak lama dan menjadi keunikan gampong. Program tersebut memanfaatkan potensi pesisir yang menjadi karakter utama gampong.

Tiga kelompok tani mengelola usaha ini secara swadaya, memanfaatkan lahan tanah adat secara bersama-sama untuk menghindari potensi konflik. Selain menjadi komoditas ekonomi, budidaya ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat, termasuk kalangan pemuda. Sebagian hasil usaha kelompok turut disumbangkan ke meunasah untuk mendukung kegiatan keagamaan.

Sistem Portal Keamanan: Menekan Kriminalitas dan Balap Liar

Selain sektor ekonomi, Gampong Cot Lamkuweuh juga menerapkan sistem portal keamanan di setiap pintu masuk. Kebijakan ini bertujuan menjaga ketertiban lingkungan dan menekan potensi gangguan keamanan.

Seluruh akses masuk gampong ditutup mulai pukul 22.00 WIB setiap malam. Hanya satu pintu gerbang utama yang tetap dibuka dengan pengawasan petugas Linmas.

“Kampung kita ini terproteksi dengan portal keamanan. Jadi kalau malam, jam 10 sudah close, sudah tutup, tidak boleh lagi ada akses apa pun. Cuma hanya satu pintu gerbang yang dibuka di depan,” kata Misbahuddin kepada Pintoe.co.

Menurut Misbahuddin, kebijakan ini terbukti efektif menekan angka kriminalitas sekaligus memberantas aksi balap liar yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Meuraxa. Pemerintah gampong bahkan telah dua kali menjebak pelaku balap liar dengan menggiring mereka masuk ke kawasan gampong saat portal telah ditutup, sebelum kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian melalui koordinasi dengan Polresta Banda Aceh.

Membangun Kepercayaan Masyarakat

Misbahuddin menegaskan bahwa program budidaya kepiting asoka dan portal keamanan merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan gampong yang bersih, amanah, dan akuntabel. Program-program ini juga dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, seiring dengan potensi wilayah Gampong Cot Lamkuweuh yang berada di kawasan pesisir dengan topografi pertambakan serta akses langsung ke perairan laut.

Secara geografis, gampong ini berada di Kecamatan Meuraxa, terbagi dalam empat dusun, dengan jumlah penduduk hampir 1.500 jiwa atau sekitar 500 kepala keluarga.

Misbahuddin menekankan bahwa seluruh inovasi yang dijalankan bermuara pada satu tujuan utama: membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah gampong. “Perubahan tidak hanya diukur dari bangunan yang berdiri, tetapi dari tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah gampong. Jika kepercayaan itu terbangun, berbagai program pemerintah gampong akan lebih mudah dijalankan karena mendapat dukungan dari masyarakat,” pungkasnya.