Penjualan komputer pribadi (PC) secara global mencatat lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025. Peningkatan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk antisipasi konsumen terhadap kenaikan harga dan potensi perubahan spesifikasi produk. Namun, euforia pertumbuhan pasar ini dibayangi oleh ancaman serius kelangkaan chip memori yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2026.

Ancaman Krisis Chip Memori

Penyebab utama di balik potensi kelangkaan ini adalah tingginya permintaan chip memori, khususnya jenis High Bandwidth Memory (HBM), yang dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Chip HBM ini memiliki spesifikasi berbeda dan lebih canggih dibandingkan chip memori konvensional yang digunakan pada laptop atau PC sehari-hari.

Para produsen chip kini memprioritaskan produksi chip kelas tinggi untuk kebutuhan AI tersebut. Akibatnya, alokasi sumber daya dan kapasitas produksi untuk chip memori “biasa” yang digunakan pada perangkat komputasi umum menjadi berkurang, bahkan cenderung terabaikan.

Dampak langsung dari kondisi ini mulai terasa dengan kenaikan harga chip di pasaran. Situasi ini menempatkan pabrikan perangkat elektronik dalam posisi dilematis. Mereka harus memilih antara menaikkan harga jual produk akhir atau mempertahankan harga dengan risiko menawarkan produk yang spesifikasinya tidak banyak berubah, bahkan berpotensi diturunkan.

Selain itu, beberapa faktor lain turut berkontribusi pada lonjakan pembelian PC di tahun 2025. Kekhawatiran mengenai kebijakan tarif dari pemerintahan Donald Trump di awal tahun, serta berakhirnya dukungan untuk sistem operasi Windows 10, mendorong banyak konsumen untuk memutuskan membeli komputer lebih cepat, atau “beli sekarang sebelum mahal”.

Data Penjualan PC Global

Data dari International Data Corporation (IDC) mengonfirmasi tren ini. Sepanjang kuartal keempat tahun 2025, pengiriman PC global tercatat mencapai 76,4 juta unit, menunjukkan kenaikan signifikan hampir 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, total pengiriman PC sepanjang tahun 2025 menembus angka 284,7 juta unit, meningkat lebih dari 8 persen dari tahun 2024. Dalam persaingan pasar, Lenovo berhasil mempertahankan posisi teratas dengan pertumbuhan tertinggi dan pangsa pasar hampir 25 persen. Diikuti oleh HP di posisi kedua, dan Dell Technologies di posisi ketiga. Sementara itu, Apple dan Asus juga mencatat pertumbuhan dua digit yang mengesankan.

Namun, optimisme pertumbuhan pasar ini diperkirakan tidak akan bertahan lama. Memasuki tahun 2026, industri PC diprediksi akan menghadapi tekanan besar akibat krisis chip memori yang semakin parah.

Salah satu konsekuensi paling nyata dari krisis ini adalah kemungkinan spesifikasi komputer yang dijual di pasaran akan lebih rendah dari biasanya. Kondisi ini bukan disebabkan oleh stagnasi inovasi teknologi, melainkan keterbatasan ketersediaan komponen vital.