Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu anak buah kapal (ABK) korban perahu tenggelam di perairan Gresik. Korban bernama Halimi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (4/5/2026) pagi. Sementara itu, satu ABK lainnya masih dalam proses pencarian.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Sukardi, mengonfirmasi penemuan jasad Halimi, ABK berusia 32 tahun asal Keramatinggil, Gresik. “Ditemukan pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 07:00 WIB dengan kondisi meninggal dunia,” ujar Sukardi pada Selasa (5/5/2026).
Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu (2/5/2026) malam, sekitar pukul 21:00 WIB, ketika perahu bermuatan besi tua seberat 3 ton tenggelam di perairan depan Pelabuhan PLTU Gresik. Perahu tersebut dinakhodai oleh H. Ajib dan membawa lima ABK.
Sebelumnya, perahu berangkat dari wilayah Lumpur, Gresik, menuju Kamal, Madura, pada Sabtu (2/5/2026) pukul 15:00 WIB untuk membeli besi tua. Setelah memuat barang, perahu bertolak kembali ke Gresik sekitar pukul 19:00 WIB.
Diduga, perahu kemasukan air akibat hantaman ombak dari kapal lain yang melintas saat melintasi depan Pelabuhan PLTU Gresik.
Dari lima ABK, dua di antaranya berhasil diselamatkan oleh kapal lain yang melintas. Abdul Alim (31), warga Gresik, diselamatkan oleh kapal TB Wales, sementara Yusuf (45), warga Tandes, Surabaya, diselamatkan oleh KM. Kutai Raya.
Satu ABK lain, Sukir (42), warga Tambak Dalam, Asemrowo, Surabaya, telah ditemukan meninggal dunia lebih dulu oleh tim SAR Satpolairud Polres Gresik. Dengan penemuan Halimi, kini satu ABK masih dinyatakan hilang dan pencarian terus dilakukan.



