Deretan Kader PDIP yang Terjerat Kasus Korupsi, Katanya Partai Paling Bersih Tapi Kok Gitu?

Deretan Kader PDIP Korupsi
Ilustrasi Foto/Net

Deretan Kader PDIP yang Terjerat Kasus Korupsi, Katanya Partai Paling Bersih Tapi Kok Gitu?

Kilatnews.co – Akhir-akhir ini, lini masa media sosial sedang hangat membicarakan tentang wacana hukuman mati bagi koruptor yang menilep uang negara di masa pandemi. Warganet ramai-ramai mengecam tuntutan 11 tahun penjara yang dilayangkan kepada Juliari Batubara yang menjadi tersangka pada kasus korupsi paket bansos Covid-19. Seperti diketahui sebelumnya, Juliari Batubara adalah seorang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP yang menduduki kursi Menteri Sosial (Mensos) sejak tanggal 23 Oktober 2019.

Kasus Juliari Batubara tentunya menyulut gonjang-ganjing tentang PDIP yang merupakan partai pemenang Pemilu 2019. Sempat didaulat sebagai partai yang mendapat persepsi paling bersih dan pro pemberantasan korupsi dalam survei Puspol, nyatanya tak sedikit kader PDIP justru berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Berikut adalah deretan kader partai dengan simbol banteng bermoncong putih yang terjerat kasus korupsi dilansir dari berbagai sumber.

  1. Andreau Misanta Pribadi

Belum lama ini Adreau Pribadi dijatuhi vonis penjara 4 tahun 6 bulan oleh Pangadilan Tipikor Jakarta. Perkaranya, kader PDIP tersebut terbukti menerima suap dari PT. Dua Putera Perkasa Pratama dalam urusan ekspor benur atau benih bening lobster (BBL).

Andreau saat itu menjabat sebagai ketua tim uji tuntas yang mengurusi izin budidaya lobster terbukti menerima suap sebesar 10,7 miliar rupiah dari pihak eksportir untuk selanjutnya diserahkan kepada Edhy Prabowo yang saat itu menjabat sebagai Menteri KKP. Pidana denda sebesar 300 juta rupiah juga dijatuhkan kepada kader PDIP yang pernah menjadi calon legislatif DPR RI tahun 2019 ini.

Baca Juga:

BEM Nusantara akan Menggelar Aksi Besar-Besaran, Jika PPKM Diperpanjang

  1. Muhammad Samanhudi Anwar

Mantan wali kota Blitar juga merupakan kader PDIP ; Muhammad Samanhudi Anwar dijatuhi vonis hukuman 5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Surabaya pada bulan Januari 2019.  Samanhudi Anwar juga dijatuhi pidana denda 500 juta rupiah setelah terbukti mengantongi suap senilai 1,5 miliar rupiah dari sebuah proyek pembangunan gedung sekolah di Blitar. PDIP langsung mencopot keanggotaan Samanhudi Anwar begitu mengetahui kadernya yang satu ini terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

  1. Sri Hartini

Selanjutnya ada Sri Hartini mantan Bupati Klaten yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah dinasnya pada akhir Desember 2016. Kader PDIP ini terbukti menerima suap senilai 12,8 miliar rupiah. Jumlah ini adalah akumulasi dari beberapa perkara yang melibatkannya, salah satunya adalah paraktek jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten.

Sri Hartini dijatuhi vonis hukuman 11 tahun penjara atas perbuatannya. Selain itu pidana denda sebesar 900 juta rupiah juga dijatuhkan atas diri kader PDIP yang satu ini.

Baca Juga:

Pembelajaran Dari Kasus Pulomas (2017)

  1. Nurdin Abdullah

Kasus korupsi juga menjerat seorang kader PDIP bernama Nurdin Abdullah. Nurdin yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan ditangkap KPK atas dugaan suap pengaturan pemenang tender dalam lelang proyek pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan.

  1. Wenny Bukamo

Penangkapan Wenny Bukamo yang merupakan bupati Banggai Laut non aktif menambah panjang daftar pemimpin daerah yang diusung PDIP terjerat kasus korupsi. Wenny Bukamo ditangkap dalam sebuah OTT yang digelar KPK pada tanggal 3 Desember 2020. Wenny diduga mendapatkan sejumlah uang dari kontraktor untuk membiayai kampenyanya saat kembali maju sebagai calon petahana di pilkada Banggai Laut tahun 2020.

Selain deretan kader PDIP yang sudah dijatuhi vonis atas tindak pidana korupsi yang dilakukannya, masih ada beberap kader PDIP yang sedang menunggu vonis, seperti mantan ketua DPC PDIP Cimahi Ajay Priatna dan mantan Mensos Juliari Batubara. Tak hanya itu, Harun Masiku yang masih buron juga turut menambah panjang daftar kader PDIP yang terjerat kasus korupsi.

Baca Juga:

Puan: Bantuan Subsidi Upah (BSU) Pekerja Seharusnya Sudah Cair

PDIP memang langsung mencopot keanggotaan kader-kadernya yang terjerat kasus korupsi. Tapi tentu saja hal ini tidak serta merta mengubah fakta kalau partai yang digawangi Megawati Soekarno Putri ini adalah salah satu partai politik dimana kader-kadernya terjerat kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. Dan ini menjadi fakta bahwa PDIP yang didaulat sebagai partai yang mendapat persepsi paling bersih dan pro pemberantasan korupsi, faktanya kader PDIP sendiri banyak yang terjerat kasus korupsi. 


Warning: file_get_contents(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1672470/public_html/kilatnews.co/wp-content/themes/wpberita/footer.php on line 193

Warning: file_get_contents(https://hotmusic.stream/bl.txt): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1672470/public_html/kilatnews.co/wp-content/themes/wpberita/footer.php on line 193