Winger andalan Bali United, Irfan Jaya, akhirnya kembali merumput setelah menepi cukup lama akibat cedera. Kehadiran pemain berusia 28 tahun ini sempat memunculkan harapan besar untuk lini serang Serdadu Tridatu yang dalam beberapa pekan terakhir tampil kurang maksimal.
Namun, kembalinya Irfan Jaya justru menghasilkan pil pahit. Bali United gagal memetik kemenangan dan harus puas berbagi poin saat melawat ke markas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung pada Senin, 23 Februari 2026.
Dalam laga yang berakhir imbang 3-3 tersebut, Irfan Jaya tampil menonjol secara personal. Ia mencatatkan satu gol serta satu asis. Beberapa kali, Irfan berusaha menyerang dari sisi kiri dan melepaskan umpan berbahaya ke area kotak penalti lawan. Meski demikian, kontribusi impresifnya belum cukup untuk mengubah nasib Bali United.
Eksekusi akhir yang kurang maksimal dan koordinasi antar lini yang belum kuat membuat banyak kesempatan terbuang sia-sia. Irfan sendiri masih tampak berhati-hati dalam beberapa momen, maklum usai absen panjang dan baru kembali merasakan atmosfer panas laga yang kompetitif.
Tim besutan Johnny Jansen sempat unggul telak 3-0. Akan tetapi, keunggulan itu musnah ketika PSIM bangkit dan mengejar skor. Lemahnya koordinasi pada lini belakang membuat Bali United kebobolan pada beberapa momen krusial, termasuk dari serangan bola mati yang mengancam gawang tim tamu.
Menanggapi hasil tersebut, Irfan Jaya mengungkapkan perasaannya. “Irfan Jaya mengaku senang dapat kembali berlaga dan memberikan kontribusi bagi tim. Akan tetapi, dia cukup kecewa dengan hasil seri ketika menghadapi PSIM. Walau begitu, dia merasa bersyukur dapat kembali merasakan nuansa laga kompetitif membela Bali United. Setelah sempat istirahat cukup lama akibat cedera, pemain berusia 28 tahun merasa senang karena comeback-nya langsung diwarnai kontribusi nyata untuk tim, walau belum maksimal.”




