Legenda sepak bola Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro, menyambut antusias kembalinya Derbi DIY di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Mantan pelatih PSS Sleman ini berharap duel panas antara PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman tidak hanya menyajikan persaingan sengit, tetapi juga menjadi hiburan berkualitas bagi pecinta sepak bola nasional.
Pertemuan dua klub besar asal Daerah Istimewa Yogyakarta ini selalu memiliki daya tarik tersendiri. Rivalitas panjang yang terbangun selama bertahun-tahun membuat setiap pertandingan antara PSIM dan PSS selalu dinantikan publik.
Dengan keberhasilan PSS mengamankan tiket promosi ke Super League 2026/2027, Derbi DIY kembali tersaji setelah sekian lama tidak hadir di level tertinggi. Momen ini dinilai Seto sebagai kabar baik bagi sepak bola Yogyakarta, mengingat kedua tim memiliki basis pendukung yang besar dan fanatik.
“Harapannya tentu menjadi tontonan yang menarik. Namanya kompetisi, ya harus berusaha jadi yang terbaik,” ujar Seto.
Pria berusia 52 tahun itu menegaskan pentingnya sportivitas dan kedewasaan suporter dalam menyikapi rivalitas. Ia berharap PSIM dan PSS mampu memanfaatkan kesempatan tampil di kasta tertinggi untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka, baik di lapangan maupun dalam perilaku pendukungnya.




