Sistem pay-per-view (PPV) yang diusung oleh Cellos untuk ajang Byon Combat kini menghadapi tantangan serius. Maraknya siaran ilegal atau pembajakan dilaporkan menjadi penyebab utama tren penurunan jumlah penonton resmi, yang berdampak signifikan pada gelaran-gelaran terbaru.
Cellos, penggagas Byon Combat, mengakui bahwa pembajakan telah menyebabkan koreksi pasar yang drastis. Ia menyebut penurunan jumlah penonton resmi sangat terasa dan memerlukan tindakan hukum radikal untuk mengatasinya.
“Cukup drastis ya (penurunannya). Kalau ditanya gimana, kita masih di angka yang sebenarnya luar biasa, saya enggak mau ngomong juga. Cuman yang jelas jauh… jauh (turunnya) gitu,” ujar Cellos di Polda Metro Jaya, Rabu (25/2/2026).
Menurut Cellos, para pembajak semakin kreatif dalam mengakali sistem keamanan platform. Mereka tidak hanya beraksi di TikTok, tetapi juga di berbagai platform lain yang tidak ia sebutkan secara spesifik.
“Itu karena pembajakan, dan pembajak tuh makin kreatif. Pembajaknya bukan cuma di TikTok, ada di platform-platform lain yang saya enggak mau sebut ya. Cuman intinya kita akan kejar terus,” lanjutnya.
Tren penurunan ini, kata Cellos, terlihat jelas dari gelaran Byon Combat ke-5 menuju gelaran ke-6. Para pelaku kini telah memahami cara merekam tayangan menggunakan perangkat eksternal, kemudian menyebarluaskannya secara gratis. Padahal, harga akses resmi untuk sekali nonton tergolong sangat terjangkau bagi masyarakat.
“Bayar cuma Rp50.000 ya. Satu event, per sekali nonton. Pay-per-view itu one-time pay-per-view sebenarnya singkatannya. Jadi sekali nonton sekali bayar. Terus intinya dia bayar Rp50.000, terus dia rekam pakai HP yang lain, terus dia sebarin aja gitu,” terang Cellos.
Kerugian materiil yang dialami manajemen Byon Combat diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Angka ini didapatkan dari kalkulasi potensi pendapatan yang hilang akibat ratusan ribu penonton yang beralih ke akun-akun pembajak.
Meski demikian, Cellos tetap optimistis terhadap masa depan sistem PPV di Indonesia. Ia memandang proses hukum yang sedang berjalan di Polda Metro Jaya sebagai langkah krusial untuk menyehatkan kembali ekosistem bisnisnya. Kolaborasi dengan tim legal dan platform distribusi seperti Vidio juga diperkuat untuk menutup celah pembajakan di masa mendatang.
Cellos berkomitmen untuk terus memajukan standar penayangan olahraga live yang berkualitas tanpa gangguan pembajak, serta memulihkan kepercayaan para investor dan pelaku industri sportainment nasional.




