Badan Hisab dan Rukhyatul Hilal Daerah (BHRD) Kabupaten Cirebon memastikan hilal 1 Syawal 1447 Hijriah tidak terlihat dalam pemantauan yang dilakukan di Pusat Observasi Bulan (POB) Pantai Baro Gebang pada Jumat, 20 Maret 2026. Kondisi ini membuat awal Syawal atau Hari Raya Idulfitri diprediksi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Hilal di Bawah Kriteria MABIMS

Ketua BHRD Kabupaten Cirebon menjelaskan bahwa secara perhitungan hisab, posisi hilal saat pemantauan berada di ketinggian satu derajat. Angka ini belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Malaysia, Indonesia, dan Singapura) untuk penetapan 1 Syawal.

Menurut kriteria MABIMS, hilal dapat terlihat jika berada di atas tiga derajat dengan elongasi atau sudut jarak antara pusat piringan matahari dan bulan sebesar 6,4 derajat. “Saat ini kondisi hilal tidak mungkin untuk terlihat,” ujar Ketua BHRD Kabupaten Cirebon.

Cuaca Buruk Halangi Pengamatan

Proses pemantauan yang melibatkan teleskop milik BHRD dan sejumlah organisasi masyarakat Islam tersebut juga terhalang oleh kondisi cuaca. Saat pengamatan berlangsung, POB Pantai Baro Gebang diselimuti awan tebal dan diguyur hujan lebat, sehingga semakin memastikan hilal tidak dapat terlihat.

Laporan untuk Sidang Isbat

Hasil dari pemantauan hilal di POB Pantai Baro Gebang ini akan segera dilaporkan kepada Kementerian Agama. Laporan tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pelaksanaan sidang isbat yang akan menentukan secara resmi penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah.