Kursi pelatih Tottenham Hotspur kembali menjadi sorotan. Meski Igor Tudor baru saja ditunjuk sebagai manajer interim dan belum genap sebulan menukangi tim, kabar mengenai pencarian pelatih baru untuk musim depan sudah mulai berembus kencang.

Manajemen The Lilywhites dikabarkan sedang mempertimbangkan mantan striker mereka, Robbie Keane, sebagai kandidat pelatih kepala pada musim panas 2026 mendatang.

Situasi Tottenham Hotspur sendiri memang sedang tidak kondusif. Klub asal London Utara ini tengah berjuang keras untuk menghindari degradasi dari Premier League. Rentetan hasil buruk membuat mereka kini hanya unggul satu poin dari zona merah.

Kondisi tersebut turut membuat masa depan Igor Tudor di klub menjadi tidak pasti. Berbagai laporan menyebutkan bahwa Tottenham kemungkinan besar tidak akan mempertahankannya sebagai pelatih tetap setelah musim 2025/2026 berakhir, terlepas dari apakah klub berhasil bertahan di kasta tertinggi atau tidak.

Pencarian pelatih baru juga bukan perkara mudah. Ketidakpastian posisi Tottenham di klasemen Premier League disinyalir membuat banyak kandidat pelatih berpikir dua kali untuk bergabung.

Menurut laporan dari GiveMeSport, nama Robbie Keane mulai masuk dalam daftar pertimbangan. Saat ini, Keane tengah melatih klub Hungaria, Ferencvaros, dan menunjukkan performa yang cukup mengesankan.

Pelatih berusia 45 tahun itu memiliki catatan kemenangan sekitar 61 persen bersama timnya dan bahkan berhasil membawa Ferencvaros menjuarai liga domestik.

Kendati demikian, Tottenham sebenarnya masih memiliki target utama lainnya, yakni Mauricio Pochettino dan Roberto De Zerbi. Namun, jika kedua nama tersebut gagal didapatkan, Robbie Keane bisa menjadi pilihan serius.

Keane bukan sosok asing bagi klub. Ia pernah menjadi striker andalan Tottenham dan cukup dicintai oleh para suporter. Selain itu, ia juga dianggap sangat memahami budaya klub.

Menariknya, Keane bahkan disebut bisa menjadi kandidat kuat jika Tottenham sampai terdegradasi ke EFL Championship.

Sementara itu, Mauricio Pochettino kabarnya tidak sepenuhnya menutup kemungkinan untuk melatih di divisi kedua, setelah pengalamannya menangani Timnas Amerika Serikat. Namun, gajinya yang tinggi bisa menjadi kendala besar bagi Tottenham.

Di sisi lain, Roberto De Zerbi diperkirakan akan dilirik banyak klub besar Eropa. Hal ini tentu akan menyulitkan Spurs untuk membujuknya datang ke London Utara, apalagi jika mereka tidak bermain di Premier League musim depan.