Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar bimbingan teknis (bimtek) Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS) bagi para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil untuk memperkuat sistem keamanan pangan dan meningkatkan kualitas pelayanan pemenuhan gizi di seluruh Indonesia.

Bimtek SLHS ini merupakan bagian dari strategi BGN dalam memperkuat tata kelola pengolahan makanan serta mendukung program pemenuhan gizi masyarakat secara menyeluruh. Kegiatan ini dirancang sebagai forum peningkatan kapasitas bagi pengelola dapur, penjamah makanan, dan pengelola SPPG.

Para peserta bimtek diharapkan mampu memahami dan menerapkan standar higiene serta sanitasi secara konsisten dalam setiap tahapan pengelolaan makanan. Pembekalan yang komprehensif diberikan, terutama mengenai berbagai prinsip dasar keamanan pangan yang menjadi standar dalam pengelolaan makanan.

Materi Pelatihan dan Penekanan Kualitas

Materi pelatihan mencakup pengelolaan bahan baku pangan yang aman, teknik pengolahan makanan sesuai standar kesehatan, hingga sistem penyimpanan dan distribusi yang dapat menjaga kualitas serta nilai gizi produk pangan. Aspek-aspek ini krusial untuk memastikan makanan yang disajikan aman dan bergizi.

Dalam kesempatan tersebut, Suardi Samiran menegaskan, “keberhasilan pemenuhan gizi nasional tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan baku pangan. Namun juga oleh kualitas sistem pengelolaan dapur serta kedisiplinan sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pengolahan makanan.”

Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan standar keamanan pangan yang ketat, serta pengawasan yang berkelanjutan, BGN berharap kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat dapat terjaga dengan baik. Hal ini diharapkan memberikan manfaat optimal bagi kesehatan masyarakat secara luas.