Komika Arie Kriting ikut angkat bicara menanggapi polemik yang melibatkan alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas. Polemik ini mencuat setelah Dwi mengunggah pernyataan kontroversial mengenai pilihan kewarganegaraan untuk anaknya.
Melalui akun media sosialnya pada Senin, 23 Februari 2026, Arie Kriting menyampaikan pandangannya yang tegas. Ia menyoroti bahwa seseorang yang telah menerima beasiswa dari dana publik, yang notabene berasal dari uang pajak rakyat, seharusnya tidak merendahkan statusnya sebagai warga negara Indonesia.
“Baru kemarin rasa nasionalisme-ku terusik. Seorang penerima beasiswa yang hidup dari uang pajak kita merendahkan negara ini,” tulis Arie Kriting, dikutip dari unggahan Instagram pribadinya.
Arie juga menyoroti pernyataan viral yang diucapkan Dwi Sasetyaningtyas, yakni “Cukup aku yang WNI, anakku jangan.” Ungkapan tersebut, menurut Arie, telah memicu kekesalan banyak pihak, termasuk dirinya.
“Cukup aku yang WNI, anakku jangan. Begitu katanya, membuat saya kesal juga. Memang kenapa kalau WNI? Hanya karena di negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat,” tambahnya dengan nada geram.
Sebagai seorang ayah, Arie Kriting turut membagikan pandangan pribadinya. Ia menegaskan komitmennya bahwa sang anak akan tetap berstatus sebagai warga negara Indonesia dan akan dibesarkan dengan menanamkan rasa cinta serta kebanggaan terhadap tanah air.
“Anakku tidak apa-apa terus menjadi WNI kudoakan semoga dia bisa membawa bangsa ini kepada masa yang lebih baik dari sekarang. Aku percaya selalu ada harapan untuk bangsa ini menjadi lebih baik lagi,” ujar Arie.
Menurut Arie, setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk membenahi kondisi bangsa, bukan malah menjauh atau meninggalkannya. Ia juga menekankan pentingnya menanamkan rasa bangga sebagai bagian dari Indonesia sejak usia dini.
“Anak Indonesia harus bangga dengan Indonesia,” tulisnya.
Unggahan Arie Kriting tersebut sontak dibanjiri berbagai komentar dari warganet. Banyak yang menyatakan rasa haru dan dukungan terhadap pandangan Arie.
“Ku do’akan Nakaboss jadi pemuda Indonesia yg bisa membawa perubahan baik utk bangsa ini. Anak cerdas, berani, gagah & berwibawa,” tulis akun @fitrianamaghfuroh.
“Yaallahhh nyesss banget bacanya bang arie,” komentar akun @galalalisa.
“Hampir setiap hari ada aja berita yang menggambarkan negeri ini… Sungguh2 miris nya ibu pertiwi saat ini,” tambah akun @filsufsejati.
“Yg harusnya dijulid-tin adalah pemerintah dan aparatnya, bukan bangsanya,” tulis akun @retno_rerepalupi.
Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan video yang menampilkan Dwi Sasetyaningtyas, alumni penerima beasiswa LPDP, yang memutuskan kewarganegaraan anaknya menjadi Warga Negara Asing (WNA) alih-alih Warga Negara Indonesia (WNI). Dalam video tersebut, Dwi juga menyatakan bahwa cukup dirinya saja yang berstatus WNI, sementara sang anak dipilihkan paspor yang menurutnya lebih kuat dibandingkan paspor Indonesia. Pernyataan ini menuai kritik tajam dari warganet karena dianggap tidak pantas, mengingat Dwi dapat menempuh pendidikan tinggi di luar negeri berkat beasiswa LPDP yang didanai oleh uang rakyat.




