Nama Andhika Sudarman, pendiri SejutaCita Future Leaders (SFL), kini menjadi sorotan publik. Ia diduga terlibat dalam kasus pelecehan hingga kekerasan seksual terhadap sejumlah peserta program yang ia gagas.

Dugaan ini mencuat setelah pengakuan para peserta dibagikan secara luas melalui media sosial, memicu reaksi publik dan membuat Andhika Sudarman angkat bicara menanggapi isu tersebut.

Sebagai informasi, SejutaCita Future Leaders (SFL) merupakan program pengembangan diri yang ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa di Indonesia.

Profil Andhika Sudarman

Andhika Sudarman dikenal sebagai sosok pemuda dengan rekam jejak akademik yang cemerlang. Ia menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studi Master of Laws (LL.M.) di Harvard Law School, Amerika Serikat.

Pendidikan pascasarjananya di Harvard berhasil ia tempuh melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selama berkuliah di Harvard, Andhika menerima Dean’s Award for Community Leadership dan terpilih sebagai Class Marshal Elect HLS Class of 2020.

Selain itu, Andhika juga aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa, termasuk komunitas mahasiswa Asia Pasifik dan Indonesia selama masa studinya di Harvard. Ia juga pernah terlibat dalam forum kepemudaan internasional seperti One Young World, serta berpartisipasi dalam Harvard National Model United Nations.

Sekembalinya dari Amerika Serikat, Andhika Sudarman membangun sejumlah perusahaan rintisan. Ia tercatat sebagai Founder & CEO SejutaCita Future Leaders (SFL), Founder & CEO Dealls, serta Founder & CEO KantorKu HRIS. Melalui perusahaan-perusahaan tersebut, Andhika dikenal sebagai seorang entrepreneur di sektor education technology dan human resource technology yang berfokus pada pengembangan generasi muda Indonesia.

Andhika juga merupakan penulis buku pengembangan diri dan pendidikan, di antaranya berjudul Kitab Suci Kuliah dan Masuk PTN itu Gampang?, yang ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa.