Telur, bahan makanan yang mudah ditemukan dan terjangkau, telah lama dikenal sebagai salah satu sumber protein terbaik. Kaya akan vitamin, mineral, dan protein berkualitas tinggi, telur menjadi pilihan favorit banyak orang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

Namun, di balik citranya sebagai superfood, masih banyak individu yang tanpa sadar melakukan kesalahan fatal dalam mengonsumsi telur. Mulai dari jumlah yang dimakan, cara pengolahan, hingga anggapan keliru tentang jenis telur, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi manfaat yang seharusnya diperoleh tubuh.

Bahkan, jika dilakukan terus-menerus, beberapa kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang serius. Dokter spesialis penurunan berat badan sekaligus Direktur Jing Sheng Clinic di Taiwan, Chiu Cheng-hung, mengingatkan bahwa konsumsi telur perlu dilakukan secara bijak agar manfaatnya tetap optimal.

Waspada Konsumsi Telur Berlebihan

Salah satu kekeliruan paling umum adalah mengonsumsi telur dalam jumlah berlebihan tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan pribadi. Menurut Chiu Cheng-hung, sebuah meta-analisis yang diterbitkan pada tahun 2020, yang menggabungkan hasil dari 17 penelitian, menunjukkan korelasi signifikan.

Studi tersebut menemukan bahwa konsumsi tiga butir telur setiap hari secara terus-menerus berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

Meski demikian, Chiu juga menegaskan bahwa tidak semua orang harus membatasi konsumsi telur hanya satu butir per hari. Respons tubuh terhadap kadar kolesterol, menurutnya, sangat bervariasi pada setiap individu.

Sesuaikan Asupan dengan Kadar Kolesterol Tubuh

Bagi orang dewasa yang sehat dengan kadar kolesterol LDL di bawah 130 mg/dL, konsumsi tiga hingga empat butir telur per hari umumnya masih dapat ditoleransi dengan baik. Namun, kondisi ini berbeda bagi mereka yang memiliki kadar LDL mendekati batas atas normal.

Dalam kasus tersebut, Chiu menyarankan agar konsumsi telur sebaiknya dibatasi hingga maksimal dua butir per hari. Penyesuaian ini penting untuk menjaga keseimbangan kolesterol dan mencegah risiko kesehatan.

Jebakan Telur Tersembunyi dalam Makanan Lain

Kesalahan lain yang sering luput dari perhatian adalah lupa menghitung asupan telur dari makanan olahan. Banyak orang hanya memperhitungkan telur yang dimakan secara langsung, seperti telur rebus atau mata sapi.

Padahal, telur merupakan bahan dasar dalam berbagai hidangan sehari-hari yang sering dikonsumsi. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Puding
  • Kue
  • Egg roll
  • Tumis tomat dan telur
  • Aneka makanan berbahan dasar telur lainnya

Jika seluruh sumber tersebut dihitung, total jumlah telur yang dikonsumsi setiap hari bisa jauh melampaui perkiraan. Kesadaran akan “telur tersembunyi” ini krusial untuk mengelola asupan gizi secara keseluruhan.

Selain itu, masih ada anggapan keliru yang beredar di masyarakat, seperti keyakinan bahwa telur cokelat lebih bernutrisi dibandingkan telur putih. Pemahaman yang benar tentang fakta gizi telur sangat diperlukan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan.