Assen – Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memastikan kondisi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam keadaan baik setelah mengalami kecelakaan pada balapan Moto3 Belanda 2026. Meskipun gagal menyelesaikan balapan di Sirkuit Assen, Veda dilaporkan tidak mengalami cedera serius dan kini bersiap menghadapi seri berikutnya.
Insiden tersebut terjadi pada balapan yang berlangsung Selasa, 30 Juni 2026. Tidak hanya Veda, rekan setimnya, Zen Mitani, juga terjatuh sehingga kedua pembalap Honda Team Asia tidak mampu menyentuh garis finis. Hasil ini menjadi akhir pekan yang mengecewakan bagi tim.
Veda Ega Tidak Cedera Usai Terjatuh di Tikungan Keempat
Veda Ega mengalami crash di tikungan keempat saat sedang bersaing ketat di posisi kedua. Kecelakaan itu secara otomatis mengakhiri peluangnya meraih hasil positif di Moto3 Belanda 2026. Beruntung, pembalap asal Indonesia ini dipastikan tidak mengalami cedera.
Sementara itu, Zen Mitani juga mengalami kecelakaan di tikungan 10-11. Berbeda dengan Veda, Mitani dilaporkan merasakan nyeri pada bagian tangan setelah insiden tersebut.
Hiroshi Aoyama Akui Hasil Balapan Mengecewakan
Hiroshi Aoyama tidak menutupi rasa kecewanya melihat kedua pembalapnya tidak mampu melanjutkan balapan. Menurutnya, kegagalan menyelesaikan lomba adalah hasil yang tidak diharapkan tim, terlebih lagi Mitani masih merasakan sakit di tangannya.
“Kedua pembalap tidak dapat melanjutkan balapan, sehingga ini merupakan hasil yang sangat menegangkan dan mengecewakan bagi kami,” ujar Aoyama, dikutip dari rilis resmi Honda Team Asia.
Meski demikian, Aoyama menegaskan bahwa kecelakaan adalah bagian tak terpisahkan dari dunia balap. Yang terpenting, menurutnya, adalah bagaimana tim dan pembalap mampu belajar dari kesalahan untuk tampil lebih baik pada seri berikutnya. Ia pun berharap Honda Team Asia bisa bangkit saat menghadapi Moto3 Jerman.
Veda Ega Akui Kesalahan dan Siap Belajar dari Pengalaman
Veda Ega Pratama tidak menutupi rasa kecewanya setelah gagal menyelesaikan balapan di Moto3 Belanda 2026. Pembalap muda Indonesia itu mengakui bahwa kecelakaan yang dialaminya merupakan kesalahan sendiri. Oleh karena itu, ia bertekad mengambil pelajaran berharga agar mampu mengelola situasi balapan dengan lebih baik pada seri-seri berikutnya.




