Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, mengungkapkan kemajuan signifikan dalam pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) selama dua setengah bulan terakhir. Dari total 52 kabupaten yang terdampak, sebanyak 38 daerah kini telah kembali berstatus normal, sementara tiga lainnya mendekati kondisi normal.

Meski demikian, Tito Karnavian menyoroti masih adanya 11 kabupaten yang memerlukan atensi khusus. Daerah-daerah ini meliputi Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, serta beberapa wilayah di Sumut dan Sumbar.

“Sudah banyak kemajuan luar biasa selama dua bulan setengah ini. Tapi ada juga yang perlu terus kita kejar untuk kita selesaikan,” kata Tito dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Fokus pada Pemulihan Layanan Publik dan Infrastruktur

Menurut Tito, daerah-daerah yang berstatus atensi khusus tersebut masih membutuhkan percepatan pemulihan layanan publik, akses jalan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar. Kebutuhan dasar yang dimaksud mencakup pasokan BBM, air bersih, akses internet, dan pengelolaan lingkungan yang memadai. Ia juga mengingatkan agar pengurangan personel di lapangan tidak sampai memperlambat proses rehabilitasi yang sedang berjalan.

Percepatan Pembangunan Hunian Tetap

Selain pemulihan infrastruktur dan layanan, pemerintah juga terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para penyintas bencana. Dari total 17.969 unit huntap yang direncanakan di tiga provinsi terdampak, sebanyak 401 unit telah berhasil dibangun dan ratusan unit lainnya masih dalam tahap konstruksi.

Tito Karnavian menegaskan bahwa kecepatan pembangunan huntap sangat bergantung pada validitas data penerima yang disediakan oleh pemerintah daerah. “Kecepatan membangun Huntap itu nomor satu adalah data dari pemda. Ini harus ditanya satu per satu warga. Pasti saya akan kejar bupati, gubernur, saya pasti akan kejar penyiapan datanya,” tegasnya.