Pemerintah mempercepat penanganan infrastruktur di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dengan membangun jembatan shortcut berkapasitas 30 ton di kawasan Enang-Enang. Langkah ini diambil sebagai solusi jangka panjang, sekaligus memperkuat jembatan hasil gotong royong masyarakat yang sebelumnya menjadi akses vital warga.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan shortcut menjadi pilihan utama karena lokasi Jembatan Enang-Enang yang lama memiliki risiko geologis tinggi. “Kalau kita permanenkan di situ, takutnya nanti kalau hujan deras, longsor lagi, tetap akan jadi masalah,” kata Dody.

Dody juga menyampaikan apresiasi pemerintah terhadap semangat gotong royong warga Enang-Enang, yang dipimpin oleh tokoh masyarakat Syahrial, dalam memperbaiki jembatan tersebut secara swadaya. “Memang dari sisi teknis sebenarnya jembatan ini sudah tidak mungkin untuk dipakai. Tapi karena Pak Syahrial bersama masyarakat bergotong royong memperbaikinya, tugas kita kemudian memberikan dukungan maksimal,” ujarnya.

Sebelum intervensi pemerintah, masyarakat Enang-Enang telah menghimpun dana sekitar Rp1,08 miliar untuk memperbaiki jembatan yang menjadi akses utama mereka setelah terdampak bencana. Selama masa transisi menuju penanganan permanen, pemerintah akan melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi Jembatan Enang-Enang.

Apabila hasil evaluasi menunjukkan struktur jembatan membahayakan keselamatan pengguna, akses akan ditutup sementara hingga kondisi dinyatakan aman kembali. Sementara itu, pekerjaan penguatan pada bagian bawah struktur jembatan akan terus dilanjutkan berdasarkan hasil evaluasi teknis agar jembatan tetap dapat digunakan secara terbatas selama proses penanganan berlangsung.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Muhammad Tito Karnavian, meminta pemasangan papan informasi di lokasi terdampak. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi penanganan infrastruktur agar masyarakat mengetahui progres pekerjaan yang sedang berlangsung. “Pasang billboard supaya masyarakat benar-benar tahu, ‘oh iya jalan dan jembatan ini sedang dalam pengerjaan’. Dan diberi informasi, misalnya Jembatan Enang-Enang ini akan diperkuat sehingga masyarakat melihat, dan taruh logo Kementerian PU di situ,” ujar Tito saat meninjau Jembatan Enang-Enang.