Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik mencatat lonjakan kasus baru Tuberkulosis (TB) yang signifikan di awal tahun 2026. Sebanyak 521 pasien baru teridentifikasi terjangkit penyakit menular ini hingga 16 Maret 2026, memicu kewaspadaan serius dari pemerintah daerah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik, Puspitasari Wardani, mengungkapkan bahwa ratusan kasus tersebut merupakan hasil dari upaya penemuan aktif di lapangan. “Per tanggal 16 Maret 2026, jumlah temuan kasus baru TB mencapai 521 pasien,” kata Puspitasari pada Kamis (25/3/2026).
Puspitasari menegaskan bahwa TB masih menjadi ancaman kesehatan utama di Indonesia. Pemerintah telah menargetkan eliminasi penyakit ini pada tahun 2030. Oleh karena itu, salah satu langkah kunci yang terus diperkuat adalah peningkatan deteksi kasus sedini mungkin.
Deteksi dini sangat krusial agar pasien dapat segera mendapatkan pengobatan dan memutus rantai penularan. “Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati, sehingga rantai penularan bisa diputus,” ungkapnya.
Dinkes Gresik juga mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap gejala TB, seperti batuk berkepanjangan, terutama jika disertai darah. Warga yang mengalami gejala tersebut diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas, guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Selain itu, pasien yang telah terdiagnosis TB diharapkan disiplin menjalani pengobatan hingga tuntas. Kedisiplinan ini penting untuk mencegah penularan lebih luas di komunitas sekaligus menghindari risiko resistensi obat yang dapat memperparah kondisi pasien.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, pasien TB juga dianjurkan untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko penularan kepada orang lain di sekitar mereka.
Durasi pengobatan TB bervariasi tergantung jenisnya. Untuk TB sensitif obat, terapi umumnya berlangsung selama enam bulan. Sementara itu, kasus TB resisten obat membutuhkan waktu pengobatan yang lebih lama, yakni antara enam hingga 18 bulan.




