Tim Nasional Indonesia resmi merilis daftar akhir 23 pemain yang akan berlaga di ajang FIFA Series 2026 menghadapi Saint Kitts and Nevis pada Kamis, 26 Maret 2026. Laga ini menandai debut pelatih anyar, John Herdman, yang langsung membuat keputusan menarik dalam pemilihan skuadnya.
Sorotan utama tertuju pada keberanian Herdman membawa empat penjaga gawang sekaligus. Keputusan ini terbilang tidak lazim dalam komposisi tim sepak bola modern yang umumnya hanya menyertakan tiga kiper dalam daftar final.
Berdasarkan daftar yang telah diumumkan, posisi penjaga gawang diisi oleh Cahya Supriadi, Maarten Paes, Nadeo Argawinata, dan Emil Audero. Langkah ini mengindikasikan keinginan Herdman untuk memiliki banyak opsi di bawah mistar, baik untuk kebutuhan rotasi maupun adaptasi strategi selama turnamen berlangsung.
Di lini belakang, Timnas Indonesia diperkuat sejumlah nama familiar seperti Elkan Baggott, Jay Idzes, Justin Hubner, dan Sandy Walsh. Selain itu, Kevin Diks, Nathan Tjoe-A-On, serta Rizky Ridho juga siap menambah kekuatan sektor pertahanan. Komposisi ini memadukan pemain naturalisasi dan lokal yang diharapkan mampu menciptakan lini belakang yang solid.
Sementara itu, di sektor tengah, Herdman memanggil beberapa gelandang yang dikenal memiliki fleksibilitas tinggi. Nama-nama seperti Ivar Jenner, Joey Pelupessy, dan Jordi Amat menjadi andalan untuk mengatur ritme permainan. Kehadiran Calvin Verdonk dan Eliano Reijnders turut memberikan variasi dalam transisi dari bertahan ke menyerang.
Pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Laga ini bukan sekadar uji coba, melainkan juga menjadi langkah awal Herdman dalam membangun identitas permainan baru bagi Timnas Indonesia.
Meski di atas kertas Indonesia lebih diunggulkan, Herdman tetap mengingatkan bahwa lawan memiliki potensi kejutan. Ia menilai Saint Kitts and Nevis memiliki karakter permainan cepat dengan mengandalkan kekuatan fisik dan serangan langsung yang bisa merepotkan jika tidak diantisipasi dengan baik.
Dengan komposisi pemain yang beragam serta pendekatan tak biasa dari sang pelatih, publik kini menantikan bagaimana racikan strategi Herdman akan diterapkan di lapangan. Apakah keputusan membawa empat kiper akan menjadi keuntungan atau justru sebaliknya, semuanya akan terjawab dalam pertandingan nanti.




