Gelandang Persik Kediri, Jon Toral, tak menampik adanya rasa kecewa di tengah adaptasi cepatnya bersama tim berjuluk Macan Putih itu. Eks pemain Arsenal tersebut telah dua bulan mengarungi ketatnya Super League 2025/2026 setelah bergabung pada bursa transfer tengah musim.

Toral didatangkan Persik Kediri dari Mumbai City dan langsung menunjukkan kontribusi signifikan di lini tengah. Dalam delapan pertandingan yang telah dilakoninya, pemain asal Spanyol ini berhasil membukukan dua gol dan dua asis, sebuah pencapaian positif mengingat ia baru pertama kali merasakan atmosfer Liga Indonesia.

Namun, di balik performa individunya, Persik Kediri tengah berjuang keras untuk bangkit dari keterpurukan dan menjauh dari zona degradasi. Kondisi tim yang sedang dalam misi perbaikan posisi di klasemen ini diakui Toral memberikan pengalaman berharga baginya.

Pengalaman Penuh Atmosfer Baik dan Kekecewaan

Meski baru dua bulan bergabung, Jon Toral telah merasakan berbagai dinamika bersama tim. Ia mengaku bangga menjadi bagian dari perjalanan Persik Kediri yang penuh suka dan duka.

“Dua bulan telah menjadi bagian keluarga ini. Kami bersama-sama menikmati kemenangan, kekalahan, perayaan, dan kekecewaan..Tapi saya bangga bisa jadi bagian semua pengalaman itu,” ujar Jon Toral, mempertahankan kutipan aslinya.

Pemain yang pernah membela Arsenal ini juga mengungkapkan kesan positifnya terhadap Super League. Menurutnya, banyak momen yang memotivasinya untuk terus memberikan kontribusi optimal bagi Persik Kediri.

“Ini pengalaman yang penuh atmosfer baik. Antusiasme dan frustasi, yang jadi perjalanan indah dalam hidup ini,” sambungnya, menggambarkan perasaannya selama berkompetisi di liga.

Ambisi Angkat Persik dari Zona Degradasi

Toral datang saat musim sudah berjalan, sehingga tantangan untuk langsung memberikan pengaruh positif sangat besar. Ia kini berambisi untuk membawa Persik Kediri meraih posisi yang lebih baik di akhir musim.

Dengan sembilan pertandingan tersisa, Jon Toral optimistis Persik Kediri masih memiliki peluang untuk bangkit dan bersaing ketat di klasemen. Motivasi ini sangat dibutuhkan mengingat dalam lima pertandingan terakhir, Macan Putih hanya mampu memetik satu kemenangan.