PT Bungah Industrial Park (PT BIP) menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja dari warga lokal di Gresik. Komitmen ini sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2022 yang mengalokasikan kuota 60 persen bagi tenaga kerja setempat. Penegasan ini disampaikan Project Manager PT Bungah Industrial Park, Antonius Teguh Wisnu, dalam acara buka puasa bersama dengan ratusan warga tiga desa ring satu pada Senin, 16 Maret 2026.

Prioritas Warga Ring Satu dan Rekrutmen Gratis

Teguh menjelaskan bahwa warga di sekitar kawasan industri, khususnya dari Desa Melirang, Masangan, dan Bungah, akan menjadi prioritas utama dalam memenuhi kebutuhan ribuan tenaga kerja. Ia menekankan bahwa kehadiran PT BIP harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

“Karena kehadiran BIP harus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Kami berkomitmen memprioritaskan tenaga kerja lokal. Dan saya tegaskan, rekrutmen di BIP gratis, tidak dipungut biaya apa pun. Kalau ada pungutan, tolong lapor ke saya,” ujar Teguh, memastikan transparansi proses rekrutmen.

Sinergi Perusahaan dan Masyarakat

PT BIP berharap dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga. Teguh juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara perusahaan dengan masyarakat, perangkat desa, tokoh agama, serta aparat keamanan demi kelancaran operasional.

“Kami berharap kehadiran PT Bungah Industrial Park dapat terus bersinergi dengan warga, tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga aparat keamanan. Dengan begitu, tercipta iklim yang kondusif, operasional perusahaan berjalan lancar, dan penyerapan tenaga kerja di Gresik semakin optimal,” jelasnya.

Acara buka puasa bersama dan silaturahmi yang dihadiri sekitar 320 warga, jajaran Forkopimcam, serta anggota DPRD Gresik tersebut juga diisi dengan santunan anak yatim dan pembagian parsel Lebaran 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan agar industri berbasis otomotif dan ekosistem kendaraan listrik ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah ring satu.

Teguh menambahkan, “Sejauh ini, 60 persen pekerja di BIP adalah warga lokal.” Hal ini menunjukkan bahwa komitmen perusahaan telah berjalan.