Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, dua mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) asal Yaman dan Sudan mengaku menemukan ketenangan dan rasa aman di kota Gresik. Mereka merasa betah melanjutkan studi di Indonesia, jauh dari gejolak perang yang melanda negara asal mereka.
Sugoud Ahmed Adam Bakhed (21), mahasiswa Fakultas Kesehatan UMG dari Sudan yang kini memasuki semester dua, serta Azzam Hesham Abdulsalam Al Hemyari (19) dari Yaman, mahasiswa Fakultas Industri UMG di semester yang sama, telah tinggal di Gresik selama kurang lebih satu tahun. Keduanya memastikan kondisi keluarga di tanah air masih aman, sembari berharap konflik segera mereda.
“Saat perang Amerika Serikat dengan Iran serta keterlibatan Israel kemarin, keluarga masih aman. Dan terakhir telp masih aman,” ungkap Azzam pada Sabtu (7/3/2026). Ia menambahkan, selama lebih dari satu tahun tinggal dan berkuliah di Gresik, lingkungan kota ini dinilai sangat ramah dan rukun antar mahasiswa.
Rasa aman dan nyaman, ditambah keramahan teman-teman mahasiswa, menjadi alasan utama Sugoud dan Azzam betah di Gresik. Azzam sangat berharap perdamaian segera terwujud di tanah kelahirannya. “Diharapkan perang berhenti, agar kehidupan yang aman,” tambahnya.
Rektor UMG, Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd, M.Pd., menjelaskan bahwa UMG telah menerima mahasiswa dari berbagai negara selama beberapa tahun terakhir. Kedatangan mereka berasal dari program pertukaran pelajar maupun inisiatif pribadi mahasiswa. Pada angkatan tahun 2025 saja, UMG menerima 19 mahasiswa dari beragam negara, termasuk Thailand, Sudan, Yaman, Komoro, Nigeria, Malaysia, dan Pakistan.




