Wardatina Mawa secara tegas membantah klaim adanya intervensi pihak luar dalam keputusannya untuk menggugat cerai Insanul Fahmi. Ia menegaskan bahwa langkah hukum ini murni berasal dari keinginan pribadinya untuk mengakhiri ikatan pernikahan yang dilanda konflik berkepanjangan.

Keputusan besar ini diambil Mawa sebagai bentuk ketegasan dalam menyikapi permasalahan rumah tangganya. Seluruh berkas administrasi perceraian telah rampung diproses di tanah kelahirannya, Sumatera Utara. Mawa berharap dapat memulai lembaran baru dan menemukan ketenangan hidup yang selama ini hilang.

“Terkait gugatan cerai ya. Mungkin saya lebih memperjelas dan mempertegas juga di sini. Saya sudah menggugat, resmi menggugat di Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan, dari tanggal 26 (Februari) dan baru keluar nomor perkaranya, 990 nomornya,” kata Mawa di Bareskrim Polri, Rabu (4/3/2026).

Mawa menekankan bahwa keputusan menggugat cerai Insanul Fahmi adalah murni dari lubuk hatinya yang terdalam, tanpa campur tangan siapapun. Ia secara gamblang menepis isu adanya provokasi atau intervensi dari pihak luar yang mendorongnya untuk berpisah.

“Dan saya perlu pertegas di sini bahwasanya saya melakukan ini secara sadar dan tidak sama sekali tidak ada yang intervensi siapapun. Jadi tolong jangan sampai ada yang menyalah-nyalahkan orang,” tegas Mawa.

Ia melanjutkan, “Cukup aja saya sudah disakiti, saya sudah dizhalimi, tolong jangan selalu menyalahkan siapapun. Jangan menyalahkan si ini, itu, ini, itu. Ini murni pribadi dari saya sendiri.”

Lebih lanjut, Mawa menyatakan tidak akan pernah tergoda oleh bujuk rayu Insanul Fahmi yang berkali-kali mengungkapkan keinginan untuk rujuk. Ia memegang teguh prinsip untuk tidak kembali ke pelukan orang yang dianggapnya telah melakukan pengkhianatan fatal.

“Fokus aja sama laporan yang saya sampaikan, laporan yang saya buat terkait perzinahan dan perselingkuhan. Dari awal saya sudah menyampaikan kalau saya sudah tekad, saya tidak akan mau kembali lagi,” tegas Mawa.

“Dan saya tidak akan tergoyahkan dengan rayuan-rayuan maut apapun, dan saya minta tolong hargai keputusan saya dan jangan menyalahkan pihak manapun, ya,” tambahnya.

Mawa juga menyinggung rasa kecewanya terhadap pihak Insanul Fahmi yang kerap melontarkan narasi negatif tentang orang-orang terdekatnya di media massa. Ia meminta agar semua pihak menghormati privasinya dan menghentikan upaya pembunuhan karakter terhadap keluarganya.

Kini, fokus utama Wardatina Mawa adalah mencintai dirinya sendiri dan memberikan perhatian penuh kepada perkembangan sang buah hati. Ia berharap proses perceraian di Medan dapat berjalan lancar agar status hukumnya segera menemui kejelasan.

“Ya Alhamdulillahnya ada anak saya yang jadi penguat hidup saya juga dan yang membuat saya bisa survive. Semuanya itu saya lakukan demi anak saya juga,” pungkas Mawa.