Pondok Pesantren Al-Quraniyah di Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, menjadi sorotan karena melaksanakan salat Tarawih dan Witir sebanyak 23 rakaat hanya dalam waktu enam menit. Tradisi unik ini telah berlangsung selama 15 tahun dan bertujuan menarik minat generasi muda untuk beribadah di bulan suci Ramadan.
Jika salat Tarawih pada umumnya memakan waktu hingga satu jam, di pondok pesantren ini, gerakan dan bacaan salat dipercepat tanpa mengubah rukun-rukunnya. Bacaan surat Al-Qur’an yang digunakan pun diambil dari surat-surat pendek, khususnya Juz Amma.
Puluhan warga dan para santri tampak memenuhi halaman pondok pesantren untuk mengikuti salat Tarawih berjamaah. Meskipun durasinya sangat cepat, para jamaah mengaku tidak merasa aneh karena sudah terbiasa dengan ritme salat ini. Mereka bahkan biasanya sudah tiba di masjid selepas berbuka puasa dan salat Magrib di rumah, khawatir akan tertinggal jauh jika datang mendekati waktu Isya.
Imam Pondok Pesantren Al-Quraniyah, Kiai Haji Azun Mauzun, menjelaskan bahwa “salat tarawih dan witir berlangsung cepat sebab hanya mengambil rukun-rukunnya saja.” Selain itu, ia menambahkan, tujuan utama dari percepatan salat ini adalah “untuk mengajak minat anak muda agar salat berjamaah di bulan suci Ramadan.”
Perlu dicatat, salat super cepat ini hanya diterapkan untuk Tarawih dan Witir. Untuk salat lima waktu, durasinya tetap sama seperti salat pada umumnya, mengikuti standar yang berlaku.




