Dunia industri kreatif Tanah Air kembali dihebohkan dengan kasus dugaan pelecehan seksual. Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun berinisial Adine diduga menjadi korban grooming dan pelecehan oleh oknum sutradara berinisial “E”, yang kemudian diketahui sebagai Ezra, dengan modus open casting film thriller psikologis.

Kasus ini terungkap setelah Adine membagikan kronologi lengkap serta bukti percakapannya di media sosial X, yang langsung viral dan menyita perhatian publik pada Selasa, 24 Februari 2026.

Awal Mula Kasus: Open Casting Mencurigakan

Semua bermula ketika Adine, yang bercita-cita menjadi aktor, melihat sebuah pengumuman open casting untuk film thriller psikologis. Pengumuman yang diunggah oleh sebuah agensi di Instagram tersebut menyebutkan kriteria talent ekspresif dan tidak takut darah, serta mengklaim proses casting gratis.

Adine kemudian mengirimkan berkasnya melalui nomor WhatsApp yang tercantum. Namun, kejanggalan pertama muncul saat ia langsung dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai sutradara proyek film tersebut, bukan oleh tim casting.

Pertanyaan Personal dan Foto Tak Senonoh

Percakapan awal antara Adine dan sutradara “E” mulai terasa tidak biasa. Tanpa basa-basi, sang sutradara mengirimkan foto Adine yang sedang memakai tankini di pantai menggunakan fitur sekali lihat (view once). Foto tersebut diambil dari akun Instagram pribadi Adine. Ketika ditanya, “E” beralasan sedang memeriksa Instagram para talent.

Pertanyaan semakin personal ketika “E” menanyakan status hubungan Adine. “Pasangan km aman kah jika ada film yg hrus bersama lawan jenis?” tanya “E” dalam percakapan WhatsApp. Adine yang saat itu fokus mengejar mimpi mengabaikan rasa janggal tersebut, terlebih ia melihat agensi yang mengadakan casting bukanlah agensi sembarangan.

Casting Offline dengan Aturan Aneh

Saat menjalani casting secara tatap muka (offline), Adine dan para talent lainnya mendapatkan perlakuan istimewa yang tidak biasa. Mereka diberi fasilitas ruangan VIP dan makanan enak. Namun, di balik itu, ada aturan-aturan aneh yang justru membatasi interaksi para talent.

“Kami pulang ditentukan, gak boleh ada yang pulang sebelum waktu yang ditentukan. Kami dilarang mengobrol satu sama lain, dilarang berkenalan dgn lawan jenis,” ungkap Adine, menjelaskan kejanggalan selama proses casting tersebut.