Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, menyatakan bahwa 90 persen jalan terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah kembali fungsional. Kemajuan signifikan ini dilaporkan pada Kamis, 26 Maret 2026, dengan fokus pemulihan kini beralih pada perbaikan jalan dan jembatan yang masih bersifat sementara.

Tito Karnavian menjelaskan bahwa upaya pemulihan infrastruktur dasar telah menunjukkan progres positif, terutama dalam mengembalikan konektivitas wilayah. “Secara fungsional sudah relatif normal. Jalan nasional dan jalan provinsi sudah bisa digunakan, hanya ada satu di Lokop menuju Blangkejeren,” ujar Tito di Banda Aceh, Jumat malam, 6 Maret 2026, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Dalam Negeri.

Berdasarkan data Satgas PRR per 10 Maret 2026, dari total 2.520 ruas jalan daerah yang terdampak bencana di ketiga provinsi tersebut, sebanyak 2.277 ruas atau sekitar 90 persen telah kembali fungsional. Sementara itu, seluruh ruas jalan nasional yang sebelumnya terdampak kini telah berfungsi 100 persen, memastikan pulihnya konektivitas utama antarwilayah.

Untuk infrastruktur jembatan, dari 1.180 jembatan daerah yang mengalami kerusakan, 790 di antaranya atau sekitar 67 persen telah kembali fungsional. Serupa dengan jalan nasional, seluruh jaringan jembatan nasional juga telah berfungsi sepenuhnya. Selain itu, lebih dari 150 jembatan darurat berbagai tipe telah dibangun untuk membuka akses di wilayah terisolasi, dengan puluhan lainnya masih dalam tahap pemasangan.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan permanenisasi jembatan darurat serta peningkatan kualitas jalan yang masih bersifat sementara. Langkah ini merupakan bagian dari tahap rehabilitasi dan rekonstruksi selanjutnya guna memastikan infrastruktur yang lebih tangguh dan berkelanjutan.