Pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso, secara resmi memulai petualangan barunya di London Barat. Juru taktik asal Spanyol ini memilih untuk tidak mengumbar janji manis atau memasang target muluk-muluk di musim perdananya, seraya meminta para pendukung The Blues untuk bersabar.
Langkah Alonso di Stamford Bridge diawali dengan bayang-bayang performa buruk Chelsea musim lalu, di mana klub hanya mampu finis di peringkat ke-10 klasemen Premier League dan dipastikan absen dari kompetisi Eropa. Rangkaian hasil mengecewakan tersebut sebelumnya berujung pada pemecatan manajer Liam Rosenior.
Proyek Baru dan Rombakan Skuad
Menatap musim baru, manajemen Chelsea telah bergerak agresif di bursa transfer. Sejumlah amunisi anyar seperti Marco Palestra, Geovany Quenda, hingga Morgan Rogers telah didatangkan. Bahkan, perekrutan Rogers dari Aston Villa memecahkan rekor transfer termahal di sepak bola Inggris.
Meski dibekali modal pemain baru berharga fantastis, Alonso memilih tetap membumi. Ia menegaskan tidak akan mematok posisi spesifik di akhir musim.
“Saya tidak ingin bicara terlalu dini soal target kami. Kami ingin menjalani musim yang bagus. Kami ingin pantas ada setinggi mungkin, dan untuk itu kami harus kerja keras,” kata Alonso, seperti dikutip dari ESPN.
Mantan pelatih Bayer Leverkusen ini menegaskan bahwa membangun ulang tim tidak bisa dilakukan secara instan. Hadirnya wajah-wajah baru dan taktik baru tentu membutuhkan proses adaptasi di lapangan.
“Kami harus mengembangkan tim ini dengan pemain-pemain baru, pelatih baru, gagasan baru. Kadang butuh waktu lebih lama, kadang terjadi lebih cepat,” jelasnya.
Meski demikian, Alonso mengaku sangat optimistis melihat respons awal dari para anak asuhnya selama sesi latihan awal pramusim di Australia.
“Jadi bersiap untuk mengembangkan gagasan yang kami punya ini, rencana ini. Tapi sejauh ini perasaannya bagus. Energinya bagus. Para pemain bekerja keras dan itulah yang kami inginkan,” pungkas Alonso.




