Di tengah memanasnya konflik hukum dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa justru tengah menikmati kesibukannya di dunia hiburan. Ia bahkan mulai dijuluki sebagai ‘selebritas baru’ oleh sebagian kalangan. Menanggapi hal tersebut, Mawa mengaku tidak ambil pusing, ia menilai setiap orang berhak berpendapat.
Fokus pada Anak dan Rezeki
Wardatina Mawa menyatakan bahwa ia lebih memilih fokus menjalani hidup demi sang buah hati. “Dan kita sesama perempuan ya, apalagi dengan case yang seperti saat ini tuh, saya berusaha survive untuk kehidupan saya sama anak saya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa jika memang jalan hidupnya harus dilalui seperti sekarang, ia meyakini itu adalah rezeki dari Tuhan. “Dan kalau emang jalannya seperti ini, ya insyaallah emang ini alhamdulillah rezeki dari Allah juga,” pungkasnya.
Aktivitas Terbaru Wardatina Mawa
Pantauan melalui media sosial, Wardatina Mawa belakangan ini kerap menghadiri berbagai acara, baik kegiatan sosial maupun acara yang menjadi kewajibannya. Selain itu, ia juga diketahui menjabat sebagai Brand Ambassador salah satu klinik kecantikan di Indonesia. Mawa juga menanggapi sindiran dari Inara Rusli yang menyebutnya sibuk menjadi artis. Ia menegaskan bahwa kesibukannya saat ini adalah rezeki dari Tuhan.
Konflik Hukum dengan Inara Rusli
Konflik antara Inara Rusli dan Wardatina Mawa berawal dari dugaan perselingkuhan suami Mawa, Insanul Fahmi, dengan Inara Rusli. Wardatina Mawa telah melaporkan suaminya dan Inara Rusli ke Polda Metro Jaya atas dugaan perselingkuhan dan perzinaan. Laporan tersebut kini telah naik ke tahap penyidikan. Sementara itu, Inara Rusli juga melaporkan balik Wardatina Mawa terkait dugaan ilegal akses rekaman CCTV. Laporan Inara Rusli ini juga telah naik ke tahap penyidikan.
Mediasi Hak Asuh Anak Inara dan Virgoun
Di sisi lain, mediasi antara Inara Rusli dan mantan suaminya, Virgoun, terkait hak asuh anak juga terus berjalan. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) memfasilitasi pertemuan antara keduanya. Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait, menyatakan bahwa langkah awal mediasi telah berhasil dan kedua belah pihak sepakat untuk mengutamakan kepentingan anak. Pertemuan lanjutan dijadwalkan untuk menyusun poin-poin kesepakatan tertulis mengenai hak asuh anak.




