Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menyerahkan penghargaan kepada 30 insan pariwisata dan budayawan dalam acara “Apresiasi Pariwisata, Budaya, dan Media Bercerita”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) ini berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) pada Jumat, 13 Maret 2026.

Penghargaan tersebut diberikan dalam berbagai kategori, meliputi desa wisata, kampung wisata, tokoh penggerak pariwisata, budayawan, jurnalis, hingga pelaku promosi pariwisata dan budaya. Dalam sambutannya, Wabup Alif menyampaikan apresiasinya.

Wabup Alif Tekankan Kolaborasi dan Apresiasi

“Saya ucapkan selamat bagi 30 penerima penghargaan insan pariwisata dan budayawan,” kata Wabup Alif. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan media dalam upaya pengembangan sektor pariwisata di Gresik.

Menurutnya, pemberian penghargaan ini merupakan bentuk nyata dari perhatian pemerintah daerah. “Ini adalah wujud apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Gresik kepada insan pariwisata dan budayawan yang telah berkomitmen terhadap pengembangan kearifan lokal,” tambahnya.

Potensi Pulau Bawean Disorot, Disebut Saingi Raja Ampat

Lebih lanjut, Wabup Alif menyoroti potensi besar Pulau Bawean yang kini semakin dikenal oleh penyelam internasional. Ia menilai titik-titik selam di Bawean memiliki kualitas yang sangat baik, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia setelah Raja Ampat.

“Selain keindahan bawah laut, kawasan mangrove dan potensi alam Bawean juga terus dipromosikan agar lebih dikenal wisatawan, dengan dukungan tokoh publik,” terangnya.

Untuk itu, Wabup Gresik mengajak insan pers dan budayawan untuk terus memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Gresik. “Untuk menarik investor dan juga pengunjung di Kabupaten Gresik,” jelasnya, menegaskan tujuan dari promosi gencar tersebut.