Seorang pemudik asal Pulau Bawean, Hasanah, tak kuasa menahan tangis histeris di Pelabuhan Gresik pada Kamis (19/3/2026). Ia gagal berangkat ke kampung halamannya setelah tidak mendapatkan tiket kapal, meski mengaku telah mengantre sejak malam sebelumnya.
Hasanah terlihat menjerit protes di depan loket operator kapal cepat Express Bahari. Ia tidak berhasil memperoleh tiket, baik untuk KMP Gili Iyang maupun kapal cepat Express Bahari, yang melayani rute Gresik-Bawean.
“Saya sudah mengantre dari tadi malam di pelabuhan, tapi tidak dapat tiket. Sedangkan yang baru datang justru dapat,” kata Hasanah, Jumat (20/3/2026), mengungkapkan kekecewaannya.
Demi bisa pulang ke Bawean, Hasanah menuturkan, dirinya rela bermalam di pelabuhan dan menunggu di sekitar loket penjualan tiket. Ia bahkan meminta rekaman kamera pengawas (CCTV) diperiksa untuk membuktikan bahwa dirinya telah lebih dulu mengantre.
“Demi Allah saya semalaman di sini, sampai tidur di pelabuhan. Silakan cek CCTV. Kenapa yang baru datang malah dapat tiket? Tidak semua orang punya ongkos lebih, saya ini pas-pasan,” terangnya dengan nada pilu.
Hasanah juga mempertanyakan sistem antrean tiket yang dinilainya tidak berjalan dengan baik dan terkesan ada permainan orang dalam (Ordal). Ia berharap ada perhatian dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang, khususnya bagi penumpang dengan kondisi ekonomi terbatas.
Data Angkutan Lebaran 2026
Berdasarkan laporan Posko Angkutan Lebaran (Angleb) 2026 Kantor KSOP Kelas II Gresik, per 19 Maret 2026 pukul 08:00 WIB, tercatat sebanyak dua kapal telah berangkat dengan total 661 penumpang naik dari Pelabuhan Gresik.
Secara rinci, KMP Giliyang diketahui berangkat pada Rabu (18/3/2026) pukul 20:15 WIB. Kapal tersebut mengangkut 161 penumpang dewasa, tanpa penumpang anak, 34 unit kendaraan roda dua, serta muatan barang seberat 60,3 ton.




