Video berdurasi 19 detik yang menampilkan seorang wanita dengan botol minuman kemasan Golda Coffee menjadi perbincangan hangat di platform media sosial TikTok sejak awal Januari 2026. Kemunculan video ini memicu rasa penasaran warganet, namun juga diiringi dengan penyebaran tautan palsu yang berpotensi membahayakan data pribadi.
Fenomena viralnya video “Botol Golda Coffee 19 Detik” ini bermula dari unggahan-unggahan pendek yang menampilkan seorang wanita sedang berinteraksi dengan botol minuman tersebut di depan kamera ponsel. Aktivitas yang terekam dalam video itu dianggap tidak biasa oleh sebagian warganet, sehingga memicu spekulasi dan keinginan untuk mencari tahu lebih lanjut.
Kronologi Viralnya Video Botol Golda Coffee
Video tersebut menyebar dengan cepat di TikTok, namun sebagian besar hanya berupa cuplikan atau potongan singkat tanpa penjelasan detail atau percakapan yang bisa didengar. Kondisi ini justru meningkatkan rasa ingin tahu publik, mendorong banyak warganet untuk mencari rekaman video lengkapnya.
Momen inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh sejumlah kreator konten untuk menarik perhatian dan jumlah penayangan. Mereka menyebarkan berbagai tautan yang diklaim sebagai video asli “Botol Golda Coffee 19 Detik” melalui bio profil atau kolom komentar.
Ancaman Link Palsu dan Malware
Setelah ditelusuri lebih lanjut, rekaman video asli yang menjadi sumber viralnya konten ini ternyata diunggah di platform Videy.co dengan durasi sekitar 19 detik. Video inilah yang kemudian dipotong, diedit, dan disebarluaskan kembali di berbagai platform media sosial, seringkali dengan konteks yang berbeda.
Namun, masalah muncul karena tidak semua kreator berlaku jujur. Banyak tautan yang mereka bagikan di media sosial terbukti palsu. Domain tautan tersebut sengaja dibuat mirip dengan Videy.co untuk mengelabui warganet, padahal isinya adalah malware yang berpotensi merusak perangkat gawai atau mencuri data diri pengguna.
Oleh karena itu, demi menjaga keamanan data pribadi, warganet diimbau untuk tidak sembarangan mengklik tautan yang mencurigakan di media sosial. Kewaspadaan sangat diperlukan untuk menghindari risiko menjadi korban kejahatan siber.




