Liverpool kembali menelan pil pahit setelah takluk 1-2 dari Wolverhampton Wanderers dalam laga Premier League di Stadion Molineux, Rabu (4/3/2026) dini hari WIB. Kekalahan dramatis ini membuat kapten The Reds, Virgil van Dijk, mengakui bahwa pelatih Arne Slot pantas meluapkan kemarahannya atas performa tim.
The Reds kehilangan poin dengan cara yang menyakitkan setelah gelandang Wolves, Andre, mencetak gol kemenangan pada menit 90’+4. Hasil ini mencatatkan Liverpool sebagai tim pertama dalam sejarah Premier League yang kebobolan lima gol kemenangan lawan di masa injury time dalam satu musim.
Virgil van Dijk tidak menutupi kekecewaan sang pelatih seusai laga. “Ya, dia marah,” kata Van Dijk tentang Slot setelah pertandingan.
“Tentu saja. Dia sangat berhak karena kami bermain buruk. Itu sudah terlihat sejak babak pertama. Babak kedua mungkin ada sedikit urgensi, tetapi tetap saja tidak cukup baik,” lanjut bek asal Belanda itu.
Van Dijk menambahkan, “Dia sangat berhak untuk marah. Kami harus segera mengalihkan ini menjadi fokus penuh untuk hari Jumat. Itu tanggung jawab kami secara fisik dan mental,” ujarnya, menyinggung kesiapan tim menghadapi Wolves di Piala FA.
Performa Buruk Sejak Awal Pertandingan
Secara permainan, Liverpool memang tampil di bawah standar. Mereka tertinggal lebih dulu lewat gol Rodrigo Gomes hingga akhirnya Mohamed Salah menyamakan kedudukan pada menit ke-83. Namun, alih-alih bangkit, mereka kembali kehilangan fokus di penghujung laga.
Van Dijk bahkan mengakui bahwa timnya pantas tertinggal lebih dulu. “Berdasarkan performa kami sampai mereka mencetak gol pertama, kami memang pantas tertinggal 1-0. Kami sangat buruk. Kami terlalu lambat dan mudah ditebak saat menguasai bola,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kekalahan ini bukan sekadar soal nasib buruk, melainkan akibat langsung dari kualitas permainan yang menurun drastis.
Ancaman Tiket Liga Champions Semakin Nyata
Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi ambisi Liverpool untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Saat ini, mereka berada di posisi kelima klasemen dan telah memainkan satu laga lebih banyak dibandingkan peringkat keenam, Chelsea.
Virgil van Dijk berbicara realistis soal peluang timnya, menyiratkan bahwa perjuangan untuk meraih tiket kompetisi elite Eropa akan semakin berat.




