Sepak bola modern tidak hanya berkutat pada strategi dan taktik di atas lapangan. Faktor kepercayaan diri dan komunikasi personal kerap menjadi penentu performa seorang pemain. Hal inilah yang kini dirasakan Gali Freitas, penyerang sayap Persebaya Surabaya, di tengah bergulirnya Super League 2025/2026.
Pemain asal Timor Leste tersebut sebenarnya mengawali musim dengan impresif. Ia berhasil mencetak gol saat Persebaya meraih kemenangan telak 5-2 atas Bali United, dan kembali berkontribusi ketika tim menundukkan Semen Padang FC pada pekan keenam. Namun, setelah periode menjanjikan itu, performanya menurun drastis. Gali Freitas mengalami paceklik gol selama hampir sepuluh pekan, memicu sorotan publik yang menaruh ekspektasi tinggi kepadanya.
Meski tetap aktif dalam skema serangan tim, penyelesaian akhirnya tak lagi efektif. Situasi ini mulai berubah ketika manajemen Bajol Ijo menunjuk Bernardo Tavares sebagai pelatih baru pada Desember 2025.
Sentuhan Personal Pelatih Portugal
Debut Tavares pada pekan ke-17 langsung menjadi titik balik bagi Persebaya dan Gali Freitas. Tim berhasil menang 2-1 atas Malut United, dengan Gali Freitas memborong dua gol kemenangan. Kebangkitan ini bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil dari perubahan pendekatan yang membuat sang pemain menemukan kembali kepercayaan dirinya.
Gali mengungkapkan bahwa pelatih asal Portugal tersebut rutin melakukan diskusi personal dengan para pemain. Pertemuan individu itu membahas evaluasi performa, detail posisi, kontrol bola, hingga akurasi umpan. Pendekatan semacam ini membuatnya memahami aspek yang perlu ditingkatkan sekaligus menumbuhkan keyakinan diri.
Ia merasa diperhatikan secara pribadi dan dibimbing untuk berkembang. Instruksi detail yang diberikan saat latihan membantu memperbaiki keputusan di lapangan dan meningkatkan efektivitas permainannya.
Statistik Bicara: Peran Vital Kembali
Perubahan ini tercermin jelas dalam statistik Gali Freitas. Dari total 22 pertandingan musim ini, ia telah mengoleksi enam gol dan enam assist. Sejak berada di bawah arahan Bernardo Tavares, kontribusinya semakin vital dengan menyumbangkan empat gol dan tiga assist. Catatan tersebut menunjukkan perannya kembali sebagai motor serangan utama Persebaya.
Kebangkitan Gali Freitas juga menegaskan pentingnya pendekatan mental dalam sepak bola modern. Pelatih tidak hanya bertugas menyusun taktik, tetapi juga membangun kepercayaan diri pemain agar potensi mereka dapat muncul secara maksimal.
Kini, Gali tampil dengan bahasa tubuh yang penuh keyakinan. Dribelnya lebih berani, pergerakannya lebih tajam, dan sentuhan akhirnya lebih klinis. Ia tidak lagi bermain dalam bayang-bayang tekanan, melainkan dengan kepercayaan diri yang kuat, siap membawa Persebaya meraih hasil terbaik.




